Gelar Razia di Malam Tahun Baru Hijriah, Petugas Dapati Empat Orang Diduga Lakukan Prostitusi Online

Empat orang yang diamankan itu berasal dari luar Cirebon. Bahkan ada yang datang dari Palembang.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon saat melaksanakan razia pekat dalam rangka cipta kondisi malam Tahun Baru Hijriah di tempat kos yang berada di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (29/8/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon menemukan empat orang yang terlibat prostitusi online berbasis aplikasi telepon pintar saat melakukan operasi cipta kondisi Tahun Baru Hijriah. 

Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono, mengatakan, empat orang tersebut berasal dari luar daerah.

"Bahkan, ada juga yang berasal dari luar Pulau Jawa, yakni Palembang dan Papua," kata Dadang Priyono saat ditemui usai razia pekat dalam rangka cipta kondisi Tahun Baru Hijriah di tempat kos yang berada di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (29/7/2022).

Ia mengatakan, dari pengakuannya mereka sengaja datang untuk membuka praktik prostitusi online di Cirebon melalui aplikasi telepon pintar.

Bahkan, mereka juga kerap berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

Sebelum diamankan Satpol PP Kabupaten Cirebon, mereka sempat beraksi di Kuningan.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan empat orang tersebut sudah berapa lama berada di Cirebon karena masih dipetiksa lebih lanjut.

"Ya mereka ini berkeliling ke beberapa daerah, dan biasanya beraksi di tempat kos maupun pemondokan," ujar Dadang Priyono.

Terlebih, saat ini tengah menjamur tempat kos maupun pemondokan baru yang menyewakan kamar secara harian atau bahkan per jam.

Dadang menyampaikan, keempat orang tersebut bakal diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keterlibatannya dalam praktik prostitusi online.

Jika mereka terbukti terlibat dalam praktik itu, maka akan dikenakan pasal tindak pidana ringan (Tipiring) untuk diseret ke meja hijau.

"Sanksi maksimalnya adalah denda Rp 50 juta atau kurungan penjara paling lama lima tahun. Itu pengadilan yang akan memutuskannya," kata Dadang Priyono.

Baca juga: Malam Satu Suro, 7 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Satpol PP Cirebon

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved