Puncak Harganas Ke-29, Jadi Komitmen Bersama Lahirkan Generasi Unggul Bebas Stunting

Pada puncak Harganas Ke-29 dapat jadi momentum untuk bersama lahirkan generasi unggul bebas stunting

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua BKKBN Jawa Barat saat menghadiri Puncak Harganas Ke-29 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tingkat Provinsi Jawa Barat digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat di Lapangan Pandapa Paramarta, Kabupaten Kuningan, Kamis (28/7/2022).

Mengusung tema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Jawa Barat Bebas Stunting” dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Bupati dan Walikota se Jawa Barat, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, kepala perangkat daerah di lingkup Provinsi Jawa Barat dan mitra kerja BKKBN.

Harganas ke-29 dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Sejumlah kegiatan diadakan mulai dari jalan sehat Color Walk, bersepeda santai, senam sehat, Pengukuhan Teladan KB, Tim Pendamping Keluarga Provinsi Jawa Barat, Pengukuhan Forum Anak Daerah Jawa Barat serta penyerahan berbagai penghargaan.

Baca juga: Penurunan Angka Stunting di Jabar Sudah Lebih Baik dari Angka Penurunan Kasus Stunting Nasional

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo diwakili Inspektur Utama BKKBN, Ari Dwikora Tono menyampaikan, Harganas merupakan ajang menguatkan komitmen bersama dalam mengatasi berbagai isu di masyarakat terutama masalah stunting.

“Keluarga adalah sumber yang selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan cinta dan kasih sayang. Keluarga pun menjadi perisai dalam menghadapi segala persoalan,” kata Ari.

Ari menegaskan, momentum Harganas ke-29 dapat menjadi daya ungkit keberhasilan program dan penguat komitmen bersama untuk menurunkan stunting.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua BKKBN Jawa Barat saat menghadiri Puncak Harganas Ke-29
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua BKKBN Jawa Barat saat menghadiri Puncak Harganas Ke-29 (istimewa)

“Saya mengajak semua elemen untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan komitmen bersama dalam penurunan stunting,” jelasnya.

Ari menyebut, stunting memang menjadi persoalan yang erat berkaitan dengan keluarga. Faktor utama penyebab stunting itu ada di dalam keluarga, yaitu faktor pola asuh dan faktor pemberian nutrisi yang mencukupi untuk anak.

"Keberhasilan keluarga dalam mencegah kelahiran anak stunting akan membawa Indonesia kepada masa depan yang lebih baik,” Katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan, Indonesia kini berada pada urutan ke-16 di dalam G20.

Baca juga: BKKBN Ajak Seluruh Pihak Realisasikan Zero Stunting di Jawa Barat, Jangan Sampai Ada Stunting Baru

Pada tahun 2045, Indonesia digadang-gadang akan berada pada posisi ke-4 dunia.

"Indonesia bisa menjadi negara Adidaya di 2045, tapi syaratnya banyak, namun satu yang terpenting, tidak boleh di tahun 2045 generasi mudanya jadi beban negara, harus jadi mesin negara,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil.

Emil mengatakan, beban negara yang dimaksud ialah meminta-meminta segala urusan diurusi negara, tidak mampu bisa bersaing.

“Generasi seperti itu datang dari stunting. Jadi kalau stunting tidak kita berantas sekarang, maka golongan stunting ini di 2045 akan mendominasi generasi mudanya yang gagal tumbuh secara fisiknya, berpikirnya dan gagal bersaing,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved