Habib Luthfi Ingatkan Warga Kota Cirebon Tidak Melupakan Sejarah, Terutama Perjuangan Para Wali

Anggota Wantimpres RI, Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya, mengingatkan masyarakat Kota Cirebon tidak melupakan sejarah, terutama perjuangan para wali

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Anggota Wantimpres RI, Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya, mengingatkan masyarakat Kota Cirebon tidak melupakan sejarah, terutama perjuangan para wali yang menyebarkan adama Islam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres), Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya, mengingatkan masyarakat Kota Cirebon tidak melupakan sejarah.

Terutama sejarah perjuangan para wali yang menyebarkan ajaran Islam hingga pendiri bangsa di era kolonial yang memperjuangkan kemerdekaan RI.

Pasalnya, menurut dia, sejarah merupakan pondasi yang sangat penting bagi suatu bangsa demi mejaga kesatuan dan persatuan.

"Kalau melupakan sejarah, bisa repot. Orang akan luar biasa, karena tidak lepas dari sejarah," kata Habib Luthfi saat menghadiri Cirebon Bersholawat di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (28/7/2022) malam.

Ia mengatakan, melalui sejarah selain mengenang dan mengenal bagaimana perjuangan para pendahulu juga menjadi upaya untuk meneladani keluhurannya.

Jika masyarakat mengerti dan menghargai sejarah maka bangsanya menjadi kuat serta persatuannya tidak mudah goyah.

"Karena mereka memahami betul karakter bangsanya, apalagi oleh berita hoaks yang sekarang banyak beredar," ujar Habib Luthfi.

Baca juga: Jadi Lokasi Panggung Seni Hari Jadi ke-653 Cirebon, Alun-alun Sangkala Buana Bakal Disterilkan

Habib Luthfi juga meminta masyarakat tidak saling ribut dengan sesama anak bangsa. Konflik semacam itu justru hanya membuat Indonesia mengalami kemunduran.

Padahal, negara lain sudah jauh melangkah, tetapi Indonesia hanya jalan di tempat jika warga negaranya sibuk saling ribut hanya disebabkan berita hoaks.

"Hoaks itu dari dulu sudah ada, jadi harus diwaspadai, jangan kaget. Kita tidak boleh terpedaya berita hoaks, tetap jaga persatuan Indonesia," kata Habib Luthfi.

Sementara Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, menyampaikan, Cirebon Bersholawat tidak hanya menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon.

Namun, kegiatan kali ini juga untuk memperingati Haul ke-469 Sunan Gunung Jati. Ia bersyukur Cirebon Bersholawat sambut antusiasme warga Kota Cirebon dan sekitarnya.

Baca juga: Rangkaian Hari Jadi ke-653 Cirebon Dimulai Pekan Depan, dari Lomba hingga Panggung Seni Nusantara

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon," ujar Nashrudin Azis.

Kirab Ziarah

Ratusan orang tampak mengikuti kirab ziarah Hari Jadi ke-653 Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/7/2022).

Mereka berjalan kaki sejauh kira-kira 4,5 kilometer menuju makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Dalam kirab tersebut, para peserta yang berasal dari kecamatan dan kelurahan se-Kota Cirebon itu juga tampak mengenakan pakaian serba putih dan membawa nasi tumpeng.

Baca juga: Mengenal 5 Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam 2022 & 1 Muharram 1444 H di Indonesia, Termasuk Kirab

Barisan kirab ziarah itu pun panjangnya mencapai kira-kira hampir satu kilometer. Di barisan paling depan terdapat pasukan Suranenggala sebagai pembuka jalan.

Selanjutnya ada pasukan kendi yang membawa air dari sembilan mata air tua di wilayah Cirebon dan nantinya akan disatukan menjadi Tirta Nur Jati.

Air tersebut berasal dari mata air Balong Sumber, Masjid Kalijaga, Masjid Pangeran Drajat, Masjid Pangeran Kejaksan, Masjid Pangeran Panjunan, Masjid Jagabayan, Masjid Witana, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dan Dalem Agung Pakungwati.

"Setiap mata air tersebut mengandung makna dan harapan yang menjadi doa untuk Kota Cirebon ke depannya," ujar Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat ditemui usai kegiatan.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat berjalan kaki di samping kereta kencana Singabarong dalam kirab ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati dalam rangka Hari Jadi ke-653 Cirebon di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/7/2022).
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat berjalan kaki di samping kereta kencana Singabarong dalam kirab ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati dalam rangka Hari Jadi ke-653 Cirebon di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/7/2022). (Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi)

Azis pun tampak menggunakan air yang telah disatukan itu untuk berwudu setibanya di kompleks makam Sunan Gunung Jati.

Di urutan ketiga terdapat pasukan Wiraraja dari Keraton Kasepuhan disusul urutan keempat adalah pasukan 99 genjring santri sebagai simbol asmaul husna.

Urutan selanjutnya terdapat replika kereta kencana Singabarong dan Paksinagaliman, kemudian tiga kereta kecana lainnya yang dinaiki Forkopimda Kota Cirebon.

Baca juga: Jadi Lokasi Panggung Seni Hari Jadi ke-653 Cirebon, Alun-alun Sangkala Buana Bakal Disterilkan

Di sisi kanan dan kiri kereta kencana itu pun tampak dijaga pasukan hingga tiga lapis yang masing-masing mempunyai makna tersendiri.

Yakni, pasukan Jagasatru dari Keraton Kacirebonan yang berada di sebelah kanan, dan pasukan Baladika dari Keraton Keprabonan di sisi kirinya.

Selain itu, para pendekar silat mengawal di lapis kedua sisi kanan dan kiri iring-iringan kereta kencana tersebut yang melambangkan para Ki Gede penjaga Cirebon.

Untuk lapis ketiga dan keempat yang mengawal kereta kencana ialah pasukan Banser yang mewakili para santri serta para abdi dalem dari Keraton Kanoman.

"Jumlah peserta kirab ziarah ini mencapai 653 orang yang melambangkan usia Cirebon. Mereka berasal dari berbagai elemen," kata Nashrudin Azis.

Di barisan selanjutnya merupakan para perwakilan SKPD, camat, dan lurah se-Kota Cirebon. Rangkaian kirab ditutup oleh pasukan Jagabayan dari Keraton Kanoman.

Dalam kirab itu, Azis juga tampak berjalan kaki persis di samping kereta kencana Singabarong yang memimpin di barisan terdepan kereta kencana lainnya.

Azis menyampaikan, kirab agung kali ini merupakan salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon yang jatuh pada 1 Muharam.

"Kirab ini dalam rangka mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Cirebon untuk mengenang dan meneladani Sunan Gunung Jati," kata Nashrudin Azis saat ditemui seusai kegiatan.

Ia mengatakan, dalam kirab itu pun sengaja dipilih untuk berjalan kaki sebagai bentuk semangat warga Kota Cirebon dalam meneladani Sunan Gunung Jati.

Baca juga: Festival Berkelas Kirab Pusaka Ki Jaga Rasa di Lembur Pakuan, Warga Berharap Jadi Agenda Rutin

Selain itu, rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-653 akan dilanjutkan Cirebon Berdoa di Masjid Raya Attaqwa pada Jumat malam.

Selain itu, Panggung Seni Duta Nusantara juga digelar pada malam ini di Alun-Alun Sangkala Buana dan akan menampilkan seniman dari berbagai daerah.

"Itu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon yang dilaksanakan pada hari ini, mudah-mudahan berjalan lancar," ujar Nashrudin Azis. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved