Habib Luthfi Ingatkan Warga Kota Cirebon Tidak Melupakan Sejarah, Terutama Perjuangan Para Wali

Anggota Wantimpres RI, Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya, mengingatkan masyarakat Kota Cirebon tidak melupakan sejarah, terutama perjuangan para wali

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Anggota Wantimpres RI, Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya, mengingatkan masyarakat Kota Cirebon tidak melupakan sejarah, terutama perjuangan para wali yang menyebarkan adama Islam. 

Kirab Ziarah

Ratusan orang tampak mengikuti kirab ziarah Hari Jadi ke-653 Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/7/2022).

Mereka berjalan kaki sejauh kira-kira 4,5 kilometer menuju makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Dalam kirab tersebut, para peserta yang berasal dari kecamatan dan kelurahan se-Kota Cirebon itu juga tampak mengenakan pakaian serba putih dan membawa nasi tumpeng.

Baca juga: Mengenal 5 Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam 2022 & 1 Muharram 1444 H di Indonesia, Termasuk Kirab

Barisan kirab ziarah itu pun panjangnya mencapai kira-kira hampir satu kilometer. Di barisan paling depan terdapat pasukan Suranenggala sebagai pembuka jalan.

Selanjutnya ada pasukan kendi yang membawa air dari sembilan mata air tua di wilayah Cirebon dan nantinya akan disatukan menjadi Tirta Nur Jati.

Air tersebut berasal dari mata air Balong Sumber, Masjid Kalijaga, Masjid Pangeran Drajat, Masjid Pangeran Kejaksan, Masjid Pangeran Panjunan, Masjid Jagabayan, Masjid Witana, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dan Dalem Agung Pakungwati.

"Setiap mata air tersebut mengandung makna dan harapan yang menjadi doa untuk Kota Cirebon ke depannya," ujar Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat ditemui usai kegiatan.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat berjalan kaki di samping kereta kencana Singabarong dalam kirab ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati dalam rangka Hari Jadi ke-653 Cirebon di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/7/2022).
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat berjalan kaki di samping kereta kencana Singabarong dalam kirab ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati dalam rangka Hari Jadi ke-653 Cirebon di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/7/2022). (Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi)

Azis pun tampak menggunakan air yang telah disatukan itu untuk berwudu setibanya di kompleks makam Sunan Gunung Jati.

Di urutan ketiga terdapat pasukan Wiraraja dari Keraton Kasepuhan disusul urutan keempat adalah pasukan 99 genjring santri sebagai simbol asmaul husna.

Urutan selanjutnya terdapat replika kereta kencana Singabarong dan Paksinagaliman, kemudian tiga kereta kecana lainnya yang dinaiki Forkopimda Kota Cirebon.

Baca juga: Jadi Lokasi Panggung Seni Hari Jadi ke-653 Cirebon, Alun-alun Sangkala Buana Bakal Disterilkan

Di sisi kanan dan kiri kereta kencana itu pun tampak dijaga pasukan hingga tiga lapis yang masing-masing mempunyai makna tersendiri.

Yakni, pasukan Jagasatru dari Keraton Kacirebonan yang berada di sebelah kanan, dan pasukan Baladika dari Keraton Keprabonan di sisi kirinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved