85 Ribu Batang Rokok Ilegal di Bandung Barat Disita Satpol PP dan Bea Cukai Jabar, Rugikan Negara

penyitaan rokok ilegal tanpa cukai tersebut merupakan bagian dari operasi pemberantasan rokok ilegal di KBB karena bisa merugikan pendapatan negara

kontan.co.id
Ilustrasi rokok - Sebanyak 85 ribu batang rokok ilegal berbagai merek yang beredar di dua kecamatan yang ada Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali disita petugas Bea Cukai Provinsi Jawa Barat dan Satpol PP. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebanyak 85 ribu batang rokok ilegal berbagai merek yang beredar di dua kecamatan yang ada Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali disita petugas Bea Cukai Provinsi Jawa Barat dan Satpol PP.

Penyitaan ribuan batang rokok ilegal tersebut dilakukan di toko yang ada di Kampung Ciawitali, Kecamatan Cikalongwetan, dan toko di Desa Sirnajaya Kecamatan Cipeundeuy pada Rabu (27/7/2022) dan Kamis (28/7/2022).

Kepala Satpol PP KBB, Asep Sehabudin mengatakan, penyitaan rokok ilegal tanpa cukai tersebut merupakan bagian dari operasi pemberantasan rokok ilegal di Bandung Barat karena bisa merugikan pendapatan negara.

Baca juga: Kantor Pasar Bugel Indramayu Tadi Malam Terbakar, Penyebabnya Diduga Karena Puntung Rokok

"Dari hasil operasi selama dua hari, kami mengamankan 85 ribu batang rokok ilegal, mayoritas memiliki kriteria tanpa dilengkapi pita cukai atau polos," ujar Asep di kantornya, Jumat (29/7/2022).

Menurutnya, penyitaan rokok ilegal kali ini merupakan yang paling banyak pada tahun ini, tetapi pihaknya akan terus memberantas rokok tanpa cukai itu agar tidak ada lagi peredaran rokok di Bandung Barat.

"Selanjutnya, kami juga dan petugas dari Bea Cukai Jawa Barat akan memberikan peringatan kepada pemilik toko yang menjual rokok ilegal," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi tentang kriteria rokok ilegal kepada masyarakat karena masih banyak pedagang yang mengaku belum mengetahui tentang ciri-cirinya.

"Jadi kebanyakan dari hasil penyitaan itu masyarakat masih belum mengerti betul apa arti cukai," ucap Asep.

Ia mengatakan, masyarakat yang belum mengetahui ciri-ciri rokok ilegal tersebut, kebanyakan yang tinggal di daerah pelosok Bandung Barat karena selama ini minim sosialisasi.

Baca juga: Kebocoran Pajak Capai Rp 1 Triliun Akibat Rokok Corona, Cianjur Peringkat Dua Tertinggi Penyebaran

"Kebanyakan yang belum mengetahui itu di daerah pedalaman, jadi masih perlu untuk menggencarkan sosialisasi agar tidak ada lagi peredaran rokok ilegal," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved