Ibadah Haji 2022

Pemkot Bandung Antisipasi Tibanya Jemaah Haji dari Bahaya Covid, Keluarga Tak Boleh Jemput Langsung

Langkah antisipasi kepulangan jemaah haji ke Indonesia, diperlukan adanya skema alur kepulangan para jemaah haji, terutama yang terkonfirmasi aktif.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
ILUSTRASI jemaah haji baru tiba di Tanah Air. Pemkot Bandung melakukan langkah antisipasi kepulangan jemaah haji ke Indonesia, diperlukan adanya skema alur kepulangan para jemaah haji, terutama yang terkonfirmasi aktif. Keluarga pun tak boleh menjemput langsung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat vaksinasi ketiga atau booster. Selama dua pekan ini, jumlah vaksin booster di Bandung mencapai 735.083 orang dari target 976.179 untuk capai minimal 50 persen.

Adapun langkah antisipasi kepulangan jemaah haji ke Indonesia, diperlukan adanya skema alur kepulangan para jemaah haji, terutama yang terkonfirmasi aktif.

Ketua Harian Satgas Covid Kota Bandung, Asep Gufron mengatakan pihaknya menargetkan setiap kelurahan 53 orang. Persentase vaksin booster di Bandung hingga 26 Juli mencapai 37,65 persen sehingga perlu ditingkatkan kembali.

"Semoga ketika hari kemerdekaan bisa capai target. Selama tujuh hari sejak 20-26 Juli, penambahan kasus ada 144 orang. Kota Bandung masuk dalam tiga besar wilayah kasus aktif tertinggi di Jabar. Tapi, kalau capaian vaksin booster, Bandung ini posisi ke lima dari sebelumnya posisi tiga," ujarnya, Kamis (28/7/2022).

Adapun langkah antisipasi kepulangan jemaah haji ke Indonesia, Asep mengatakan perlu adanya skema alur kepulangan para jemaah haji, terutama yang terkonfirmasi aktif.

"Kami akan dorong isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Pihak keluarga juga harus antisipasi dengan tetap menjaga jarak terhadap anggota keluarga yang positif yang baru pulang haji agar tak terjadi klaster baru," katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi menjelaskan alur pemulangan jemaah haji Kota Bandung akan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Asal Ciamis, Tidak Dikarantina Saat Tiba, Bisa Dijemput di Tempat Ini

"Jumlah peserta haji dari Kota Bandung semula berjumlah 1.116. Lalu, wafat dua orang di Arab Saudi, sehingga kini jumlahnya menjadi 1.114 orang yang terbagi dalam empat kloter kepulangan," ujarnya.

Kloter 21 akan tiba di Indonesia pada 30 Juli pukul 16.45 WIB. Lalu, tiba di Asrama Haji Embarkasi, Bekasi pukul 19.45 WIB dan sampai di Bandung pukul 00.45 WIB.

Sedangkan untuk Kloter 27 akan tiba pada Kamis (4 Agustus) pukul 12.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta. Lalu, tiba di Asrama Haji Bekasi pukul 15.00 WIB dan tiba di Bandung pada pukul 20.00 WIB.

"Untuk kloter 33 akan tiba pada Minggu, 7 Agustus pukul 10.15 WIB. Lalu, tiba di asrama pukul 13.15 WIB dan tiba di Bandung pukul 18.15 WIB," katanya.

Sementara kloter 42 akan tiba pada Kamis, 11 Agustus pukul 21.20 WIB. Kemudian, tiba di Asrama Haji pukul 00.50 WIB dan tiba di Bandung pukul 05.20 WIB.

Tedi menjelaskan, bagi jemaah haji yang terkonfirmasi positif dari hasil swab maka akan dipisahkan dari rombongan dan dibawa ke gedung Mina E Asrama Haji.

Baca juga: 5 Jemaah Haji Asal Majalengka Dinyatakan Positif Covid-19 Setiba di Tanah Air, Begini Kondisinya

"Jemaah yang positif akan dibawa pakai mobil ambulans atau bus cadangan terpisah. Lalu akan dibawa langsung ke rumah masing-masing," katanya.

Untuk menghindari kerumunan, ia menegaskan tidak ada keluarga yang boleh menjemput para jemaah haji secara langsung.

Semua kepulangan akan dilakukan secara kolektif.

"Kami juga akan melibatkan tim dari Dinkes dan tenaga kesehatan lainnya," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved