Bantuan Eletrifying Agriculture PLN, Kini Pendapatan Kelompok Tani Sugih Mukti Meningkat

PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor pertanian lebih maju, mandiri dan modern dengan memanfaatkan energi listrik melalui P

PT PLN
PT PLN (Persero) melalui Program Electrifying Agricultur memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Sugih Mukti Desa Margaasih Kec. Cicalengka Kab. Bandung senilai Rp. 110 juta untuk pengembangan kawasan tadah hujan.sehingga menjadi lahan pertanian yang produktif. 

TRIBUNJABAR.ID, Bandung, 27 Juli 2022- PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor pertanian lebih maju, mandiri dan modern dengan memanfaatkan energi listrik melalui Program Electrifying Agriculture. Salah satu bentuk dukungannya yakni melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN berupa pemberian bantuan kepada Kelompok Tani Sugih Mukti Desa Margaasih Kec. Cicalengka Kab. Bandung senilai Rp. 110 juta untuk pengembangan kawasan tadah hujan.sehingga menjadi lahan pertanian yang produktif.

Electrifiying Agriculture merupakan program pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktifitas pertanian melalui pemanfaatan energi listrik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman atau mempermudah pengolahan infrastruktur pendukung pertanian.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu fokus perhatian TJSL PLN. Oleh karena kami memberikan bantuan program Electrifiying Agriculuture, pompa air listrik, agar Kelompok Tani Suggih Mukti mampu mandiri meningkatkan produktivitas pertaniannya," ujar Asep Priatna, Assistant Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Jabar.

2 PT PLN (Persero) melalui Program Electrifying Agricultur
PT PLN (Persero) melalui Program Electrifying Agricultur memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Sugih Mukti Desa Margaasih Kec. Cicalengka Kab. Bandung senilai Rp. 110 juta untuk pengembangan kawasan tadah hujan.sehingga menjadi lahan pertanian yang produktif.

Dengan berkolaborasi bersama Universitas Islam Nusantara Fakultas Pertanian sebagai mediator sekaligus pembina kelompok tani, PLN dan Kelompok Tani Sugih Mukti bekerja sama membangun kawasan tadah hujan yang sebelumnya terbengkelai menjadi lebih bernilai.

Selama ini Kelompok Tani Sugih Mukti bercocok tanam di lahan basah yang periode tanamnya tiga kali dalam setahun dengan mengandalkan air irigasi dan embung. Disisi lain, pada lahan tadah hujan, pemanfaatan lahan pertaniannya hanya dapat dilakukan sekali masa tanam dalam setahun. Hal ini dikarena keterbatasan fasilitas dan teknologi terutama minimnya sumber air sehingga kelompok tani belum dapat memanfaatkan lahan tersebut secara optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Fakultas Pertanian UNINUS bersama PLN UID Jabar memberikan solusi yaitu dengan membangun paket teknologi sumber air dan penyiraman teknis berbasis energy listrik (electrifying agriculture) serta pengembangan dan pengenalan teknik budidaya tanaman hortikultura (sayuran dan buah anggur) dalam upaya membuat sentra komoditas baru di Kabupaten Bandung kedepannya.

Dick Dick Maulana, Ketua Pelaksana Program sekaligus Wakil Dekan Faperta Uninus menyampaikan bahwa tujuan program ini adalah untuk membantu penyediakan sumber air tadah hujan sehingga meski musim kemarau petani tetap bisa produksi diluar periode tanam mereka.

“Maksud kami yaitu membantu kelompok tani di desa Margaasih khususnya Kelompok Tani Sugih Mukti supaya lebih berdaya dengan mengoptimalkan penggunaan lahan tadah hujan dalam usaha pertaniannya, sehingga diharapkan dapat meningkatan pendapatan hasil pertaniannya pada musim kemarau.,”

Kini, setelah 3 bulan bantuan PLN diberikan, petani telah memperoleh hasil pendapatan dari tanaman hortikultura yang ditanam di lahan tadah hujan. Pendapatan semakin meningkat karena selain dari mendapat hasil dari lahan basah, mereka juga memperoleh tambahan dari phasil panen di lahan tadah hujan,

Tanaman seperti terong, mentimun dan cabai rawit memberikan kontribusi yang tinggi terhadap penghasilan petani dan buruh tani dimana keuntungan rerata komoditas per tanaman mencapai Rp 8,681,000,- (per 1,540 m2) dengan rincian hasil 6 (enam) komoditas hortikultura sebagai berikut: a) Tanaman Mentimun 1000kg/panen/20 tumbak; b) Tanaman Kangkung 300 Ikat/panen/25 tumbak; c) Tanaman Selada Bokor 200 Ikat besar/panen/20 tumbak; d) Tanaman Kubis 50 kg/panen/10 tumbak; e) Tanaman Terong 200kg/panen/15 tumbak; dan f) Tanaman Cabai Rawit 100kg/panen/20 tumbak.

Dari sisi kompetensi petani, Kelompok Tani Sugih Mukti sekarang telah memiliki keahlian dan pengalaman praktis dalam membudidayakan tanaman hortikultura.

Sementara itu, atas bantuan dari PLN, Ajang, Ketua Kelompok Tani Sugih Mukti meyampaikan “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan yang sangat bermanfaat untuk kelompok kami. Tadinya lahan ini lahan yang tidak berguna/ lahan tidur. Sekarang karena adanya bantuan dari PLN, lahan ini bisa produktif dan bisa menghasilkan bagi kelompok kami,”

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved