Pengalaman Dibully waktu SMP, Ridwan Kamil Minta Guru Awasi Jam-jam Kritis di Sekolah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah tapi juga tanggung jawab orang tua di rumah.

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah tapi juga tanggung jawab orang tua di rumah. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah tapi juga tanggung jawab orang tua di rumah.

Bahkan pendidikan pertama seharusnya datang utamanya dari orang tua. Untuk itu, guru dan orang tua dalam mendidik anak harus dapat saling melengkapi.

Ia mengingatkan, guru harus lebih sensitif mengamati dan mengawasi interaksi anak-anak pada saat jam - jam kritis perundungan seperti jam istirahat dan perjalanan pulang.

Baca juga: Ridwan Kamil: Sanksi Pelaku Bullying di Tasikmalaya Bisa Dikeluarkan dari Sekolah atau Turun Kelas

Justru saat ini krusial inilah perundungan kerap terjadi dan tidak diketahui guru.

"Pas istirahat jam-jam kritisnya perundungan. Guru harus turun mengamati, berinteraksi, merangkul, sensitif. Pulang sekolah diamati sampai radius tertentu," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/7/2022).

Ia menuturkan bahwa kasus bully yang banyak bermumculan selama ini menjadi peringatan bagi para orang tua, bahwa jika di rumah, orang tua adalah pengganti guru. Maka di rumah, orang tua harus mengajarkan nilai-nilai moral, nilai-nilai etika agama.

"Guru kalau di sekolah adalah pengganti orang tua. Maka di sekolah jangan hanya urusin pelajaran," katanya.

Ridwan Kamil mengatakan pernah menjadi korban bullying saat SMP. Ia terpaksa memilih menjadi Seksi Perpustakaan saat bergabung dengan OSIS, supaya bisa bersembunyi di perpustakaan.

"Sampai saya jadi pengurus OSIS, milihnya seksi perpustakaan, supaya pas istirahat nyumput ke perpustakaan, saking takutnya dibully," katanya.

Ia pum mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menetapkan tersangka kepada para pelaku perundungan bocah 11 tahun sampai depresi dan meninggal di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: Ridwan Kamil Pastikan Sejumlah Jalan Rusak di Cianjur Segera Diperbaki, Jalur Ini Jadi Prioritas

"Saya apresiasi tinggal hukumannya saja. Tapi bahwa sudah jadi tersangka, saya kira pembelajaran buat semua terutama orang tua," ujar Ridwan Kamil.

Kang Emil sebelumnya pun menegaskan bahwa dalam kasus tersebut harus ada sanksi terhadap pelaku secara adil dan proporsional.

"Saya sudah bilang harus ada sanksi terhadap pelaku perundungan. Tinggal jenis sanksi atau hukumannya yang harus dicarikan seadil-adilnya, jangan tidak diberi sanksi," katanya.

Seperti diketahui, Polda Jabar sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus perundungan anak kelas 5 SD di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved