Penemuan Mayat di Sumedang, Polisi Temukan Sejumlah Luka
Kapolsek Jatinangor, Kompol Aan Supriatna mengatakan bahwa ada dua luka di tubuh mayat tersebut.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Sektor Jatinangor melibatkan petugas dari Puskesmas Jatinangor memeriksa mayat pengamen yang tergeletak di pojokan ruko di tepi Jalan Raya Bandung-Garut di Desa Cipacing, Jatinangor, Sumedang.
Kasus penemuan mayat di Sumedang itu sempat menjadi tontonan warga pada Rabu (27/7/2022).
Hasil sementara dari pemeriksaan itu ditemukan luka di tubuh mayat pengamen tersebut.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Aan Supriatna mengatakan bahwa ada dua luka di tubuh mayat tersebut.
"Ya ada luka lecet di bagian paha, itu tampaknya luka baru. Dan ada luka yang didapatkannya mungkin dua hari atau tiga hari ke belakang di bagian pinggang," kata Kapolsek di lokasi penemuan mayat.
Kapolsek belum bisa memastikan apa yang menyebabkan pengamen itu meninggal dunia.
"Kami masih menunggu tim Inafis dari Polres Sumedang, kami belum bisa menduga sebelum ada pemeriksaan lebih serius," katanya.
Pengamen tersebut diketahui merupakan warga RW02, Desa Cipacing, Jatinangor, Sumedang.
Baca juga: Penemuan Mayat di Sumedang Tadi Subuh, Temannya Bilang Terserempet Truk
Warga Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang geger dengan temuan mayat di area ruko-ruko di pinggir jalan raya Bandung-Garut.
Menurut pantauan TribunJabar.id di lokasi penemuan mayat itu, warga berkerubung. Tampak di sekitar lokasi sudah digaris polisi. Jauh di tengah bentangan garis polisi itu, mayat tergeletak ditutupi penutup warna putih.(Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mayat-di-ruko-desa-cipacing.jpg)