Perundungan Anak di Tasik

UPDATE Perundungan Bocah SD Hingga Meninggal di Tasik, Naik Jadi Penyidikan, Ada 3 Terduga Pelaku

Polisi menemukan tiga terduga pelaku dalam kasus perundungan anak di Tasikmalaya. Namun belum ada tersangka.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo. Ia mengatakan penangana kasus perundungan anak di Tasikmalaya naik menjadi penyidikan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus perundungan terhadap bocah 11 tahun di Kabupaten Tasikmalaya dinaikkan ke tahap penyidikan. 

Bocah 11 tahun di Tasikmalaya itu, diduga meninggal dunia akibat depresi setelah mendapat perundungan dari teman-temannya yang menyebar video korban saat dipaksa seolah-olah berbuat tidak senonoh dengan kucing. 

"Untuk Tasikmalaya sekarang kasusnya sudah naik dalam penyidikan," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, di Mapolda Jabar Senin (25/7/2022).

Penyidik, kata dia, sebelumnya telah melakukan gelar perkara dan hasilnya ditemukan adanya dugaan perundungan yang dilakukan pada korban sebelum meninggal dunia.

"Bisa disimpulkan memang bahwa terjadi kondisi bully," katanya.

Dalam perkara ini, kata dia, pihaknya belum menetapkan tersangka.

Namun, terdapat tiga orang terduga dalam insiden ini.

"Sementara ini, kita dapat ada tiga orang (terduga pelaku) dan semuanya masih kategori anak semua. Prosesnya sendiri, kita akan gunakan Undang-Undang Perlindungan Anak terkait pasal yang diterapkan, tapi memang pada saat sekarang belum dilakukan gelar perkara untuk menentukan tersangkanya," ucapnya.

Sebelumnya, seorang anak berusia 11 tahun di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal karena depresi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved