Pengakuan Buruh Serabutan Asal Cirebon yang Lecehkan Bocah SD, Sering Nonton Video Syur

Ia mengakui, nekat melakukan pelecehan seksual pada korban yang masih berusia 10 tahun setelah menonton video syur di ponselnya.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Petugas saat memeriksa tersangka sodomi berinisial M di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (25/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pria berinisial M tampak hanya pasrah ketika dibawa petugas Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon menuju ruang pemeriksaan, Senin (25/7/2022).

Warga Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, itu terlihat mengenakan kaus abu-abu dan kedua tangannya juga tampak diborgol.

Di hadapan petugas, M juga terlihat tak banyak bicara. Bahkan, beberapa kali ia sempat merespons "hah?" sehingga petugas pun mengulang pertanyaannya.

Baca juga: Bejat, Buruh Serabutan di Cirebon Lakukan Pelecehan Seksual pada Tetangganya yang Masih Kelas 5 SD

"Bapak, kapan pertama kali melakukan perbuatan itu kepada korban? Sudah berapa kali melakukannya?" tanya petugas kepada M.

"Beberapa kali, mungkin sudah lebih dari 10 kali. Awalnya dari tahun lalu, di rumah melakukannya," kata M.

Ia mengakui, nekat melakukan pelecehan seksual pada korban yang masih berusia 10 tahun setelah menonton video syur di ponselnya, sehingga hasratnya meningkat.

Saat itu, ia melihat M yang merupakan tetangganya sendiri sedang bermain di dekat rumahnya, dan langsung memanggilnya untuk masuk.

"Saya langsung melakukan itu (sodomi) di rumah, karena kebetulan korban juga sendirian, orang tuanya sedang bekerja," ujar M.

Usai melakukan tindakan bejatnya, tersangka memberikan imbalan berupa uang Rp 2 ribu dan meminta korban tidak bercerita kepada siapa pun.

Baca juga: Bocah Korban Rudapaksa Tetangga Jahat di Cirebon Alami Trauma Berat & Harus Jalani Perawatan Medis

Bahkan, tersangka mengakui aksi tersebut dilakukan berulang kali, baik di rumahnya sendiri maupun di rumah korban yang kebutulan kondisinya sepi.

"Itu (nafsu) setelah menonton video (syur) di ponsel, buat pelampiasannya ke sana (sodomi korban)," kata M yang berprofesi sebagai buruh serabutan.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, tersangka menggunakan bujuk rayu untuk memperdayai korban yang merupakan anak di bawah umur.

Selain itu, menurut dia, tersangka juga kerap memberikan uang Rp 2 ribu - Rp 5 ribu sehingga korban terperangkap dalam bujuk rayu tersebut.

"Tersangka terinspirasi untuk melakukan tindakan itu kepada korban, karena keseringan menonton video syur di ponselnya," ujar Anton.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved