Fraksi Gerindra Jabar Minta Gubernur Perkuat Ketahanan Pangan, Antisipasi Ancaman Krisis Pangan

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jabar Ali Rasyid meminta Pemprov Jabar memperkuat program untuk ketahanan pangan.

istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jabar Ali Rasyid saat reses. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Rasyid, meminta agar Gubernur Jabar Ridwan Kamil bertindak cepat dalam mengantisipasi ancaman krisis pangan dan energi, dengan mengakselerasi program-program ketahanan pangan dan energi di Jawa Barat.

Anggota Komisi 5 dari Fraksi Gerindra DPRD Jabar ini mengatakan Presiden Joko Widodo pun sudah mengutarakan ketidakpastian global yang terjadi saat ini mengakibatkan ancaman krisis pangan dan energi yang sangat berpengaruh pada semua negara di dunia.

Kondisi ini mendesak pemerintah untuk menegaskan kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya menciptakan kemandirian pangan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi generasi masa depan Indonesia.

Hal ini pun seharusnya dapat direspons cepat oleh Pemprov Jabar.

"Bidang ketahanan pangan ini seharusnya menjadi perhatian besar Pemprov Jabar. Mengingat ancaman krisis pangan dan banyak negara sudah melakukan pembatasan ekspor, akibat perang Rusia-Ukraina. Presiden Jokowi pun sudah menginstruksikan daerah supaya fokus juga di bidang pangan ini" kata Ali Rasyid di Bandung, Minggu (24/7).

Ia menilai salah satu pilar ketahanan pangan, di antaranya pertanian, kurang mendapat perhatian Pemprov Jabar pada tahun ini.

Ali mengatakan ini terlihat dari tidak adanya bidang pertanian saat menginput data di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.

Walaupun penganggarannya adalah hasil musrenbang, namun tetap saja semuanya harus sesuai arahan Visi Misi Gubernur

"Kami heran kenapa begitu sedikit penganggaran untuk pertanian, kenapa Jabar tidak berpihak pada sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat ini," kata anggota dewan dari daerah pemilihan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya tersebut.

Ali Rasyid pun mempertanyakan program pertanian yang terkena refocussing anggaran Covid-19, namun anggaran Pemprov Jabar untuk pembangunan alun-alun dan penataan tempat wisata tetap saja berjalan.

Ia mencontohkan, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya kebanyakan sangat membutuhkan program-program terkait pertanian, peternakan, perikanan, dan bidang pangan lainnya.

Mereka membutuhkan dari mulai distribusi pupuk bersubsidi yang lancar, penyediaan benih unggul, sampai pasar bagi produk pangannya.

Permasalahan di masyarakat petani selalu sama dan klasik, ujarnya. Dari mulai kelangkaan pupuk bersubsidi sampai harga panen yang anjlok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved