Pilpres 2024

Catatan Koalisi Gerindra-PKB Menuju Pilpres 2024 Bakal Jadi Kekuatan Besar, Segera Umumkan Capres

Komunikasi politik yang erat antara Partai Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa dinilai akan membentuk sebuah kekuatan besar menghadapi Pilpres

Istimewa
Wakil DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat, Ihsanudin, mengatakan, Komunikasi politik yang erat antara Partai Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai akan membentuk sebuah kekuatan besar. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunikasi politik yang erat antara Partai Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai akan membentuk sebuah kekuatan besar dalam menghadapi Pilpres 2024

Jika hubungan ini langgeng sampai koalisi disahkan secara resmi pada tahapan Pilpres 2024, koalisi ini akan menjadi kekuatan besar gabungan partai nasionalis-religius.

Wakil DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat, Ihsanudin, mengatakan kekuatan yang sudah besar ini akan semakin besar dan stabil jika koalisi Gerindra dan PKB bisa memastikan suara dari seluruh struktur dan simpatisan Nahdlatul Ulama (NU). 

Ia mengatakan sampai saat ini, partai dengan suara terbesar dari kalangan NU memang PKB.

Namun yang harus diperhatikan, ujarnya, adalah bagaimana upaya Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dalam merangkul semua struktur NU termasuk kelompok-kelompok kulturalnya. 

Komunikasi, katanya, harus dijalankan baik dengan struktur Pengurus Besar NU sendiri di bawah Yahya Cholil Staquf, kelompok pengagum pemikiran Abdurrahman Wahid atau GUSDURian di bawah Yenny Wahid, sampai Muslimat NU yang diketuai Khofifah Indar Parawansa.

"Kami tentunya tidak mengharapkan, jangan ada lagi berbalas pantun antara Cak Imin (Muhaimin Iskandar) dengan Gus Yahya (Yahya Cholil Staquf). Atau dengan Yenny Wahid. Kami berharap PKB bisa merangkul semua jajaran NU," kata Ihsanudin, Minggu (24/7).

Ia mengatakan, hubungan yang kian mesra antara Gerindra dengan PKB terjadi setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar pertengahan Juni 2022.

Baca juga: Gerindra Kabupaten Bandung Tak Pasang Target Muluk di Pileg 2024, Tapi Ingin Prabowo Jadi Presiden

Kemudian pada akhir Juli 2022, rencananya digelar Rapimnas Gerindra, dan setelahnya akan diumumkanlah Prabowo Subianto menjadi capres dari Partai Gerindra dan nama cawapresnya.

"Menjelang Rapimnas ini, kami berharap PKB terus merangkul auara NU. Jika bisa meraih suara NU, bisa ini memantapkan kemenangan Pak Prabowo di Pilpres 2024 dan menguatkan koalisi Gerindra-PKB," ucap Ihsanudin. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved