15 Bayi di Ciamis Terjangkit DBD, Selama 2022 DBD di Ciamis Capai 511 kasus dan 4 Orang Meninggal

Selama tahun 2022 ini sampai Senin (18/7/2022), 15 bayi di Ciamis terjangkit demam berdarah dengue (DBD) dan sempat dirawat di RS dan total 511 kasus

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Istimewa
ILUSTRASI fogging untuk pengendalian dan pencegahan penyebaran penyakit DBD. Selama tahun 2022 ini sampai Senin (18/7/2022), sebanyak 15 bayi (usia di bawah 1 tahun)  di Ciamis terjangkit DBD dan sempat dirawat di rumah sakit. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJBAR.ID,CIAMIS – Selama tahun 2022 ini sampai Senin (18/7/2022), sebanyak 15 bayi (usia di bawah 1 tahun)  di Ciamis terjangkit demam berdarah dengue (DBD) dan sempat dirawat di rumah sakit.

Sedangkan jumlah balita (usia 1 tahun sampai 4 tahun) yang terserang DBD di Ciamis sudah mencapai 30 kasus, seorang diantaranya meninggal dunia.

Total kasus DBD sepanjang tahun 2022 sampai pertengahan Juli tersebut mencapai 511 kasus, 4 orang diantaranya meninggal dunia.

“Sementara total kasus DBD di Ciamis selama tahun 2022  sampai Senin (18/7) mencapai 511 kasus,” ujar Kabid Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, H Acep Joni SKM M.Epid kepada Tribun Kamis (21/7).

Dari 511 kasus DBD  yang terjangkit DBD tersebut terdiri dari 232 orang laki-laki  (seorang meninggal dunia) dan 279 orang perempuan ( 3 orang meninggal dunia).

Kasus terbanyak terjadi pada awal tahun yakni bulan Januari ( 127 kasus, 3 di antaranya meninggal dunia), kemudian pada bulan Februari (41 kasus), Maret   (41 kasus), April (60 kasus), Mei (72 kasus, diantaranya  seorang meninggal dunia), Juni (92 kasus) dan Juli sampai tanggal 18/7 (33 kasus).

Bila dirinci dari kelompok usia, dari 511 kasus DBD yang terjadi di Ciamis di antara;  anak bayi (usia di bawh 1 tahun) sebanyak 15 kasus,  usia 1-4 tahun (30 kasus, seorang meninggal dunia), anak-anak usia 5 – 14 tahun (99 kasus, 1 meninggal dunia), usia 15-55 tahun (250 kasus) dan usia di atas 44 tahun (115 kasus, 2 diantaranya meninggal dunia).

Kasus DBD terbanyak menimpa kelompok usia produktif (15-44 tahun) sebanyak 250 kasus dari total 511 kasus DBD di Ciamis.

Berbagai upaya dilakukan untuk memutus mata rantai penularan DBD. Melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Seperti yang berlangsung di Lingkungan  Puskesmas Handapherang  Kamis (21/7) melalui kegiatan penyuluhan DBD berlanjut dengan berburu jentik dan PSN.

Wilayah kerja Puskesmas Handapherang merupakan daerah endemik DBD di Ciamis selalu masuk sepuluh besar kasus DBD di Ciamis. Selama tahun 2022 ini sampai pertengahan, di wilayah kerja Puskesmas Handapherang telah terjadi 48 kasus DBD. Nomor ke 2 setelah wilayah kerja Puskesmas Ciamis (98 kasus).

Kemudian disusul Baregbeg (44 kasus), Imbanagara (40 kasus), Cikoneng (39 kasus), Panjalu (27 kasus), Sadananya (25 kasus), Sindangkasih (21 kasus), Cijeungjing (18 kasus), dan Lumbung (15 kasus). (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved