Milangkala Ke-109, Paguyuban Pasundan Ajak Warganya Beradaptasi, Berkolaborasi, dan Bergotong-royong

Dalam rangka Milangkala ke-109, Paguyuban Pasundan mengajak seluruh warganya agar bisa beradaptasi, berkolaborasi, dan bergotong royong dalam berbagai

Penulis: Cipta Permana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua PB Paguyuban Pasundan, Prof. M. Didi Turmudzi, memberikan potongan tumpeng kepada dua anggota pramuka sebagai bentuk syukur dalam perayaan milangkala ke-109 Paguyuban Pasundan, Rabu (20/7/2022). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengurus Besar Paguyuban Pasundan memperingati Milangkala ke-109 dengan tema Ngindung ka waktu, Ngabapa ka Jaman, Sabilulungan jadi Cepengan.

Ketua PB Paguyuban Pasundan, Prof M Didi Turmudzi menjelaskan, tema tersebut dipilih sebagai simbol sekaligus ajakan kepada seluruh warga Pasundan untuk dapat beradaptasi dan berkolaborasi, serta senantiasa selalu bergotong royong dalam berbagai hal.

"Dalam milangkala ke-109 ini, saya mengajak seluruh warga Pasundan untuk selalu bersama-sama, urang sabilulungan, sapapait, samamanis, salengkah jeung satujuan. Kita disatukan oleh Paguyuban Pasundan, maka dari itu kita harus memelihara dan mengembangkan Paguyuban Pasundan," ujarnya dalam sambutan upacara Milangkala ke-109 PB Paguyuban Pasundan, di halaman kantor PB Paguyuban Pasundan, Rabu (20/7/2022)

Prof Didi menuturkan Paguyuban Pasundan memiliki visi untuk mengangkat harkat dan martabat serta misi memerangi kemiskinan dan kebodohan dengan mengembangkan budaya Sunda dan agama Islam.

Oleh karena itu Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan adalah momen yang tepat, untuk mengevaluasi diri untuk menetapkan dan melakukan yang terbaik bagi organisasi dan manfaat bagi masyarakat.

"Di momentum ini, mari kita berkontemplasi sudah sejauh mana yang kita lakukan, apakah kita diam di tempat, maju atau bahkan mundur," ucapnya.

Selain evaluasi hal yang tidak kalah penting lanjutnya yaitu, reposisi. Menurutnya, Meskipun Paguyuban Pasundan bukan bagian dari partai politik dan tidak akan menjadi partai politik, tapi memiliki sikap politik.

Ia pun meminta kepada seluruh pengurus Paguyuban Pasundan untuk turut berperan serta bagi kemajuan bangsa dan negara.

Mengingat Paguyuban Pasundan memiliki potensi kesejarahan terutama dalam bidang politik dan pendidikan yang harus selalu dijaga, bahkan ditingkatkan.

"Kita harus memberikan kontribusi bagi negara, sebagaimana para pendahulu kita seperti Otto Iskandar Dinata dan Djuanda yang namanya harum atas jasa-jasanya, semoga akan lahir Otto Iskandar Dinata dan Djuanda baru di masa depan, yang dapat membanggakan bukan hanya organisasi, tapi juga bangsa dan negara," ujar Prof. Didi Turmudzi.

Ia pun mengingatkan, bahwa persaingan dalam berbagai lini kehidupan, ke depan akan semakin berat, maka dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin menjadi salah satu cara untuk dapat memenangkan persaingan dan menguasai jaman.

"Mulai saat ini, mari kita bangun karakter pantang menyerah dan petarung, karena hanya orang yang memiliki karakter tersebut yang bisa memberikan pengaruh kepada orang-orang disekelilingnya," ucapnya.

Terlebih, Milangkala 109 Paguyuban Pasundan menjadi sebuah tekad untuk bisa mengembalikan kejayaan Paguyuban Pasundan dimasa lalu dengan kondisi saat ini.

“Kiprah Paguyuban Pasundan begitu besar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, namun hal ini tidak dijual dan tidak disosialisasikan. Maka saat ini waktunya kita goong nabeuh maneh, kita jual dan sosialisasikan peran Paguyuban Pasundan. Sehingga perjuangan para pendahulu kita dan upaya kita saat ini, dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pelaksana Milangkala ke-109 Paguyuban Pasundan, M.Budiana mengatakan, rangkaian peringatan milangkala akan digelar acara pertunjukan seni tradisi, seperti longser, wayang golek, dan Rajah di halaman Paguyuban Pasundan malam ini.

Acara pertunjukan seni tradisi tersebut dimulai selepas Isya atau pukul 19.00 WIB, dan dapat disaksikan secara terbuka oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

"Acara pertunjukan seni tradisi yang akan digelar malam nanti sebagai wujud perhatian tinggi dan upaya pelestarian dari Paguyuban Pasundan pada seni dan budaya Sunda. Sebelumnya, kami juga telah menggelar seminar bersama Kejati Jabar dalam rangkaian Milangkala ke 109 Paguyuban Pasundan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved