Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Jadi Kuasa Hukum Tersangka Korupsi, KPK Keberatan

Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menyatakan keberatan dengan penunjukan Bambang.

Editor: Ravianto
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022, Mardani H. Maming, usai diperiksa tim penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/6/2022). Mardani Maming menunjuk Bambang Widjojanto sebagai kuasa hukum kasusnya.(Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keberatan atas penunjukan Bambang Widjojanto sebagai kuasa hukum tersangka kasus korupsi Mardani Maming.

Bambang Widjojanto merupakan mantan Wakil Ketua KPK

Penunjukan Bambang Widjojanto alias BW sebagai kuasa hukum Mardani Maming dinilai telah memunculkan conflict of interest atau konflik kepentingan.

Demikian hal itu disampaikan oleh Biro hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Burhanuddin.

"Berkaitan dengan pemberian kuasa dari pemohon (Mardani Maming) kepada salah satu kuasa hukum atas nama Bambang Widjojanto dalam perkara ini, maka KPK selaku termohon memberikan tanggapan yang pada pokoknya terdapat benturan kepentingan (conflict of interest)," kata Ahmad dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Ahmad menjelaskan alasan KPK keberatan dengan penunjukan Bambang Widjojanto tersebut.

Menurut dia, BW masih memiliki hubungan hukum dengan KPK.

Sampai saat ini  BW termasuk pihak yang mendapat perlindungan keamanan serta bantuan hukum.

Baca juga: SOSOK Mardani Maming Mantan Bupati Tanah Bumbu yang Terjerat Kasus Dugaan Suap

Namun, Ahmad melanjutkan BW justru malah menjadi pembela tersangka dan melawan KPK di jalur praperadilan.

"Di sisi lain yang bersangkutan menjadi kuasa hukum pemohon yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh termohon (KPK)," ucap Ahmad.

"Bahkan mengajukan gugatan praperadilan kepada termohon terkait dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK sehingga posisinya berlawanan dengan termohon," ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa Bambang Widjojanto kini menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi Tim Gubernur untuk Pembangunan dan Percepatan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Ahmad, hal tersebut melanggar peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Benturan Kepentingan.

Serta, Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1279 Tahun 2021 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved