Dua Beban Petani Cabai Rawit di Bandung, Harga Cabai Turun, Harga Obat dan Pupuk Malah Meroket

Petani cabai rawit keluhkan harga pupuk dan obat terus meroket, dan harga cabai kembali turun, berharap semua harga bisa stabil.

Tribun Jabar/ Lutfi AM
Petani di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Udin Saefudin (50) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petani cabai rawit keluhkan harga pupuk dan obat terus meroket, dan harga cabai kembali turun, berharap semua harga bisa stabil.

Petani di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Udin Saefudin (50) mengku, kini harga cabai kembali turun.

"Memang harga cabai sempat tinggi dan saya juga hingga Rp 75 ribu perkilo, saat harga eceran di pasar mencapai Rp 140 ribu," kata Udin, saat ditemui di Kebunnya, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Kisah Mengharukan, Petani Asal Salatiga, Jualan Rumput Demi Anaknya Jadi Perwira Remaja TNI

Udin mengatakan, harga tinggi itu saat Idul Adha, lalu turun dan ia menjual hasil panennya di harga Rp 60 ribu, per kilogramnya.

"Sekarang Rp 50 ribu perkilonya, saya jual, ya, ke tengkulak," kata Udin.

Udin mengatakan, yang dikeluhkan petani saat ini adalah harga obat hama dan pupuk yang melonjak tinggi di tengah harga cabai turun.

"Saya harap harga bisa stabil saja, harga cabai stabil, harga pupuk dan obat stabil, jadi semua lancar. Misal harga cabai mahal, tapi kan jadi jarang yang belinya," ujar dia.

Selain itu kata Udin, cabai yang dihasilkannya juga sedikit karena terserang hama. Namun menurut Udin, jika harga stabil, semua juga akan lancar, baik dari petani hingga pembeli.

"Saat harga tinggi, memang banyak yang gagal panen karena terserang hama patek," tuturnya.

Udin mengaku, sebelum terserang hama patek, satu kali panen dengan jumlah 1000 pohon cabai, bisa mendapatkan cabai sebanyak 60 kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Merah di Pasar Manis Ciamis Melejit Jadi Rp 150 Ribu/Kg, Petani Banyak yang Gagal Panen

"Tapi saat terserang patek, terus menurun, 35, 25, 16 sampai terakhir hanya panen 6 kilogram, dan sekarang sudah mulai meningkat lagi menjadi 15 kilogram," tuturnya.

Sebab hama patek, kata dia, sudah mulai tertangani. Sekarang panennya sudah mulai meningkat, kata Udin, harga cabai menurun, dan harga obat dan pupuk naik.

"Harapan petani, harga stabil semua standar, dan meminta pupuk dan obat bisa disubsidi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved