Sabtu, 25 April 2026

Berkaca dari Citayam Fasion Week, Awang Minta Pemkot Bandung Perbanyak Ruang Publik

Jika di Jakarta bisa gelar Citayam Fashin Week, di Bandung pun harus bisa menggelar kegiatan serupa yang berawal dari konsep sederhana

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribunnews/Jeprima
Ratusan remaja dari berbagai daerah di pinggiran Jakarta berkumpul di Taman Sudirman, Jakarta, Kamis (7/7/2022). Tempat ini viral karena jadi ajang adu fashion anak Citayam, Bekasi hingga Bojong Gede. Mereka mengenakan berbagai fashion dengan selera masing-masing sehingga muncul istilah Citayam Fashion Week karena dikaitkan dengan tren street fashion di kalangan remaja yang biasa nongkrong di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Citayam Fashion Week jadi fenomena baru bagi masyarakat,ibu kota dalam hal mengembangkan potensi sederhana jadi ajang adu gengsi dengan tujuan prestasi.

Bahkan, agenda Citayam Fashion Week mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan, hingga Menparekraf Sandiaga Uno.

Anggota DPRD Kota Bandung dari fraksi NasDem, Rendiana Awangga menilai fenomena Citayam Fashion Week merupakan indikasi pentingnya ruang publik yang inklusif, ramah dan dapat diakses oleh seluruh kalangan.

Bahkan menurutnya, hal tersebut harus diadaptasi bahkan diimplementasikan oleh Kota Bandung, yang memiliki ketersediaan ruang publik cukup banyak, dan ditunjang oleh kreativitas dari masyarakatnya.

Baca juga: SIAPA Jeje, Bonge dan Roy Pentolan Citayam Fashion Week, Wagub DKI pun Sampai Hafal

"Tentunya dengan banyaknya kita memiliki ketersediaan ruang publik, harusnya bisa dimanfaatkan sebagai tempat mengekspresikan potensi kemampuan dan minat masyarakat, khususnya di kalangan kawula mudanya agar semakin berkembang," ujarnya saat ditemui, Selasa (18/7/2022).

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi NasDem, Rendiana Awangga.
Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi NasDem, Rendiana Awangga. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Terlebih lanjut Awang sapaan akrabnya mengatakan, di era teknologi digital saat ini, siapapun akan sangat mudah untuk mengekspresikan diri dan membuat sebuah karya positif berdampak luas, minimal berdampak bagi dirinya sendiri.

Oleh karena itu, ia mengingatkan Pemkot Bandung serta masyarakat untuk konsisten memelihara dan menjaga fasilitas publik di wilayah ibu kota provinsi Jawa Barat itu.

"Tentunya hal yang kita harapkan bersama yaitu, sarana dan prasarana publik di Kota Bandung dapat tetap terjaga. Karena ini merupakan aset kita bersama dan dari uang rakyat juga kan,” ucapnya.

Ia pun berharap Pemkot Bandung dapat menambah ruang publik di titik-titik lain, termasuk di pusat kota. Sehingga pembangunan ruang publik di Kota Bandung dapat merata dan terjangkau oleh seluruh masyarakat Kota Bandung.

"Sekarang masyarakat pastinya fokus pada ruang publik di Asia Afrika, Braga, hingga alun-alun Ujungberung. Jadi harapannya  Wali Kota Bandung, Kang Yana Mulyana dapat menambah lagi ketersediaan ruang publik di area lain. Agar kedepannya kondisi ruang publik di Bandung dapat merata dan menjadi ruang interaksi masyarakat secara luas,” katanya (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved