Baku Tembak di Rumah Jenderal

Pengacara Ungkap Kerusakan Tubuh Brigadir J, Yakini Sopir Istri Ferdi Sambo Disiksa, Bahu Geser

Baru saja, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengungkap kerusakan tubuh Brigadir J. Diyakini Brigadir J disiksa.

Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG
Makam Brigadir J di Desa Sukamakmur. Baru saja, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengungkap kerusakan tubuh Brigadir J. Diyakini Brigadir J disiksa. 

"Luka-luka itu tidak disebutkan dalam keterangan Karo Penmas atau Polres Jakarta Selatan," katanya.

"Jadi menurut perkiraan kami, pelaku setidak-tidaknya ada beberapa orang. Bukan satu orang atau dua orang. Ada yang berperan pistol, ada yang peran memukul, ada yang berperan melukai dengan senjata tajam, bahkan mungkin dengan sangkur atau laras panjang, begitu loh," ujar Kamaruddin.

"Dengan banyaknya luka, kami sangat yakin ini pembunuhan berencana," kata Kamaruddin.

Apalagu kata dia, keterangan Karo Penmas Polri yang menyebutkan ada baku tembak sangat tidak masuk akal.

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan adapun laporan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan pihaknya ini diduga terjadi pada tanggal 8 Juli 2022, antara pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

"Locus delictinya (tempat kejadian-Red) kemungkinan besar antara Magelang dan Jakarta, itu alternatif pertama. Alternatif kedua, locus delictinya terjadi di rumah Kadiv Propam Polri atau rumah dinas di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan," kata Kamaruddin di Mabes Polri, Senin (18/7/2022).

Menurut Kamaruddin, dugaan bahwa pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi antara Magelang dan Jakarta berdasarkan hasil keterangan keluarga korban yang berkomunikasi terakhir kali dengan Brigadir J melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp (WA) dan grup WhatsApp keluarga, pada 8 Juli 2022, pukul 10.00 pagi.

"Setelah jam 10.00, korban Brigadir J minta izin, mau mengawal atasannya atau komandannya untuk kembali ke Jakarta. Saat itu Brigadir J ada di Magelang," kata Kamaruddin.

Dengan asumsi perjalanan Magelang- Jakarta selama 7 jam, menurut Kamaruddin, Brigadir J meminta keluarga tidak menelpon atau mengirim pesan WA dulu selama itu.

"Sebab menurut korban tidak etis saat bertugas melakukan pengawalan menjawab telepon atau menjawab pesan WhatsApp," ujar Kamaruddin.

"Ini diketahui dari pembicaraan telepon Brigadir J dengan kedua orangtua serta WhatsApp grup dengan adik dan kakaknya," kata Kamaruddin.

Saat itu kata Kamaruddin, pihak keluarga Brigadir J sedang berziarah di Balige, Sumatera Utara.

"Jadi komunikasi terjadi saat keluarga berada di Balige dan korban di Magelang," katanya.

Keberadaan korban di Magelang kata Kamaruddin mengawal Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istri serta anaknya yang hendak sekolah di Taruna Nusantara.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved