Baku Tembak di Rumah Jenderal

Pengacara Ungkap Kerusakan Tubuh Brigadir J, Yakini Sopir Istri Ferdi Sambo Disiksa, Bahu Geser

Baru saja, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengungkap kerusakan tubuh Brigadir J. Diyakini Brigadir J disiksa.

Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG
Makam Brigadir J di Desa Sukamakmur. Baru saja, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengungkap kerusakan tubuh Brigadir J. Diyakini Brigadir J disiksa. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Baru saja, pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengungkap kerusakan tubuh Brigadir J saat melapor ke Mabes Polri.

Kamaruddin, tim pengacara keluarga Brigadir J, menyebut banyak lupa di tubuh pria yang selama 2 tahun itu menjadi sopir Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dia mengatakan, di tubuh Brigadir J tak hanya ada luka tembakan saja, tetapi juga ada luka sayatan dan lula memar.

Baca juga: Banyak Luka di Jasad Brigadir J, Kuasa Hukum: Ada Dugaan Pembunuhan Dilakukan Lebih dari Satu Orang

Bahkan bahu Brigadir J juga bergeser hingga giginya rusak.

Dari fakta-kata tersebut, diyakini Brigadir J tidak meninggal karena baku tembak di rumah jenderal.

Kamaruddin meyakini Brigadir J disiksa hingga meninggal atau pembunuhan berencana.

Dia menduga pelakunya lebih dari satu orang, bahkan bisa lebih dari dua  orang.

Namun dalam laporan ke Mabes Polri, tim pengacara Brigadir J tak membuat laporan terlapor Bharada E, yang selama ini disebut sebagai pelaku yang telibat dalam baku tembak di rumah jenderal.

Sehingga kata Kamaruddin, dalam laporannya ke Bareskrim, pihak terlapor adalah dalam penyelidikan.

"Karena kami tidak mau membuat laporan dengan terlapor Bharada E. Sebab menurut perhitungan kami, berdasarkan fakta-fakta, hampir tidak mungkin hanya yang bersangkutan melakukan ini," kata Kamaruddin di Mabes Polri, Senin (18/7/2022).

Sebab kata dia luka pada jenazah Brigadir J faktanya bukan hanya luka tembak saja.

Tetapi banyak luka sayatan, luka memar dan bahkan bahunya bergeser hingga giginya rusak.

"Diantaranya pengrusakan di bawah mata atau seperti penganiayaan, di hidung dua jahitan, juga di bibir dan leher ada sayatan lagi. Kemudian di bahu kanan luka menganga terbuka dan bergeser, kemudian memar di perut kanan dan kiri, ada juga pengrusakan jari manis dan juga pengrusakan di kaki, semacam sayatan," katanya.

Bahkan kata dia luka diperut korban saat jenazah di bawa ke Jambi, masih tampak berdarah.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved