Kebrutalan Geng Motor di Sukabumi Makan Korban Jiwa, Bupati Marwan Hamami Pastikan Ini

Aksi brutal geng motor di Jalan Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang terjadi Jumat (1/7/2022) lalu memakan korban

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat diwawancara di halaman kantor Setda, Senin (18/7/2022) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Aksi brutal geng motor di Jalan Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang terjadi Jumat (1/7/2022) lalu memakan korban jiwa.

Supiyani (24), warga Kampung Gentong, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu menjadi korban kebrutalan geng motor. Ia mengalami luka bacok di tubuhnya.

Polisi telah mengamankan empat orang anggota geng motor pelaku pembacokan tersebut, Jumat (15/7/2022) lalu.

Baca juga: Rekannya Ditangkap, Anggota Geng Motor DPO Pelaku Penganiayaan di Jayanti Sukabumi Serahkan Diri

Menanggapi aksi brutal geng motor yang menelan korban jiwa, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, geng motor yang melakukan aksi brutal harus dibubarkan.

"Tupoksinya dimana, kan yang harus kita cermati peran geng motor itu pembinaannya, tidak mungkin ada geng motor melaporkan secara badan hukum kepada kita, ngaco, ya pasti dibubarkan. Ini kan geng motor yang pada ngaco kan tanggungjawabnya Kamtibmas, bukan kita saling melemparkan persoalan bahwa penanganan harus abcd," kata Marwan di kantor Setda, Senin (18/7/2022).

"Siapa pun yang bisa menangani harusnya secepatnya melakukan (penanganan, red), karena ini sudah kriminal, kalau kriminal kan bukan lagi persoalan kita (Pemda)," tegas Marwan.

Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini mengaku, Pemda telah berupaya melakukan pembinaan agar anak-anak muda tak ikut kelompok geng motor, terlebih sampai melakukan aksi kriminal.

Baca juga: Berusaha Kabur, Anggota Geng Motor Pelaku Utama Penusukan di Jalan Jayanti Sukabumi Didor Polisi

Menurut Marwan, pembinaan itu dilakukan di sekolah-sekolah dan unsur kemasyarakatan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) atau Karang Taruna di desa-desa.

"Tentunya ada pembinaan kita, baik di sekolah maupun di unsur kemasyarakat, lewat KNPI, lewat Karang Taruna misalnya ya, itu kita upayakan, tetapi kalau sudah menyangkut kriminalnya tentunya yang berkepentingan silahkan (amankan, red)," ucap Marwan, menegaskan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved