Banjir Garut

Hari Ini, Rumah Hanyut Akibat Banjir di Garut Diganti Rp 50 Juta, Ratusan Warga Masih Mengungsi

“Uang kerahiman tersebut akan dieksekusi Senin besok (hari ini, Red) supaya cepat,” kata Rudy Gunawan setelah memantau lokasi bencana banjir di Garut

dokumentasi Pemkab Garut
Bupati Garut Rudy Gunawan, meninjau lokasi banjir di Garut di wilayah perkotaan, Sabtu (16/7). 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, mengatakan, secara khusus disdik menginstruksikan kepada semua kepala sekolah untuk membolehkan siswa yang terdampak banjir di Garut tetap sekolah walaupun tidak menggunakan seragam. Sekolah mulai dilaksanakan, Senin (18/7) ini.

“Data sementara yang sudah masuk, ada 300 siswa yang terdampak parah. Maksud terdampak parah ini adalah bajunya habis, tempat tinggalnya tidak ada atau terendam,” kata Ade di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (17/7).

Disdik sudah mengambil langkah sigap untuk membagikan perlengkapan sekolah, mulai seragam, sepatu, tas, hingga buku. Namun belum seluruh siswa mendapatkan bantuan tersebut. “Intinya walau tidak berseragam, anak harus masuk ke sekolah. Anak yang terdampak banjir boleh tidak pakai seragam dulu,” katanya.

Ade mengatakanbseluruh sekolah yang terdampak banjir sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah, termasuk tiga sekolah yang sempat terendam banjir di Kecamatan Banyuresmi dan Cikajang.

“Di Banyuresmi ada dua sekolah yang terendam, yaitu SDN Sukaratu 1 dan SMPN 2 Banyuresmi. Sedangkan di Kecamatan Cikajang adalah SDIT Al-Ittihad. Sekolah-sekolah itu sempat dimasuki air karena rata-rata bentengnya jebol. Rata-rata ketinggian air mencapai dua meter,” kata Ade.(m syarif abdussalam/kiki andriana)

Baca juga: Banjir di Garut Surut, Warga Perlu Waspadai Potensi Banjir Susulan, Berikut Prakiraan Cuaca Garut

Terdampak banjir di Garut

* Penyebab: meluapnya Sungai Cimanuk dan Cipeujeuh

* Ketinggian banjir rata-rata 1 meter

* Jumlah: 32 desa/kelurahan dan 13 kecamatan

* Jumlah jiwa: 142 kepala keluarga atau 478 jiwa

* Di antaranya 30 orang balita, 30 orang lansia, dua ibu hamil, dan tujuh ibu menyusui.

* Masih mengungsi: 109 kepala keluarga.

* Rumah tergenang: 4.000 unit

* Rumah hanyut: 9 unit

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved