Banjir Garut

Hari Ini, Rumah Hanyut Akibat Banjir di Garut Diganti Rp 50 Juta, Ratusan Warga Masih Mengungsi

“Uang kerahiman tersebut akan dieksekusi Senin besok (hari ini, Red) supaya cepat,” kata Rudy Gunawan setelah memantau lokasi bencana banjir di Garut

dokumentasi Pemkab Garut
Bupati Garut Rudy Gunawan, meninjau lokasi banjir di Garut di wilayah perkotaan, Sabtu (16/7). 

Untuk itu, ia mengimbau warga agar mau berpindah lokasi hunian ke daerah yang lebih aman. Tidak semua warga mau direlokasi karena alasan kepemilikan tanah.

"Kami meminta kepada masyarakat, khususnya yang ada di sepanjang sungai ini, daerah yang dianggap berbahaya, mohon kesadarannya agar pindah ke tempat yang lebih aman," ujar Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan bantuan di lokasi terdampak banjir di Garut, Minggu (17/7).

Baca juga: Longsor dan Banjir Lagi Terjadi di Kabupaten Bandung, BPBD Ingatkan Warga Untuk Tetap Waspada

"Saya sudah bertanya ke masyarakat (untuk relokasi), ada yang mau ada yang menolak (pindah), alasannya karena itu tanah pribadi. Maksud diminta pindah bukan berarti tanahnya akan diambil oleh pemerintah, akan tetapi demi keselamatan," katanya.

Banjir yang melanda 32 desa/kelurahan di Kabupaten Garut telah surut pada Sabtu (16/7) siang. Tidak ada laporan korban jiwa atau pun luka-luka akibat insiden ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hasil pemutakhiran data di Pusdalops BNPB per Sabtu (16/7), banjirdi Garut berdampak pada 142 keluarga atau 478 jiwa, sedangkan warga yang masih mengungsi sebanyak 109 kepala keluarga. 

"Mereka yang mengungsi berada di beberapa titik, seperti RSUD dr. Slamet dan rumah kerabat. Selain berdampak pada warga, banjir mengakibatkan sejumlah kerusakan," katanya.

Tercatat rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 9 unit, sedangkan yang terdampak sebanyak 295 unit.

Selain itu, infrastruktur terdampak berupa fasilitas pendidikan dua unit, fasilitas umum empat unit, dan akses jalan terputus di Kampung Ujung. Banjir dipicu oleh hujan lebat yang terjadi sejak Jumat malam (15/7) pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Waduk Jatigede Penuh Sampah setelah Garut Diterjang Banjir, Sebagian Besar Batang Pohon

Waduk Jatigede Sumedang yang dialiri Sungai Cimanuk, dipenuhi sampah pascabanjir bandang di Garut, Minggu (17/7). Sampah menumpuk di permukaan air," kata Supervisor Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Rully Surya, kemarin. 

Rully mengatakan, BPBD segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk pembersihan menggunakan alat berat karena volume sampah yang banyak. 

Menurut data BPBD dari hasil pemantauan di lapangan, sampah yang terbawa arus sungai Cimanuk ini berupa sampah alami. Ada sampah rumah tangga seperti barang-barang berbahan plastik, namun itu sedikit.

"Kebanyakan sampah alam, seperti ranting pohon dan kayu. Kami pantau sampah itu menumpuk di Blok Tugu di Kecamatan Wado," kata Rully. 

Sekolah Terendam Dua Meter

Ratusan siswa di Garut ikut terdampak banjir besar, Jumat malam. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, mereka pun kehilangan seragam dan perlengkapan sekolah karena rusak atau hilang terbawa hanyut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved