Banjir Garut

Pemkab Garut siapkan Uang Kerahiman untuk Korban Banjir dan Luapan Sungai Cimanuk dan Cipeujeuh

Bupati Garut Rudy Gunawan, mengatakan banjir pada Jumat (15/7) di Garut menyebabkan 9 rumah hanyut. Pemkab Garut pun menyiapkan uang kerahiman Unt

Humas Pemkab Garut
Dampak banjir yang melanda 20 desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (16/7/2022). Pemkab Garut menyiapkan uang kerahiman untuk korban banjir Sungai Cimanuk dan Sungai Cipeujeuh. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bupati Garut Rudy Gunawan, mengatakan, banjir yang terjadi pada Jumat (15/7) malam di sejumlah titik di Garut menyebabkan sembilan rumah hanyut.

Untuk itu, Pemkab Garut menyiapkan uang kerahiman.

Menurutnya, ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut

“Jumlah rumah warga yang hanyut ada sembilan karena luapan air Sungai Cimanuk dan Sungai Cipeujeuh. Untuk rumah yang rusak, ada 43,” kata Rudy, Minggu (17/7).

Rudy mengatakan total rumah yang terdampak banjir mencapai 4.000 unit yang tersebar di 13 kecamatan.

Jumlah warga yang harus mengungsi sementara dan ditempatkan di tempat pengungsian berjumlah 150 orang.

“Tempat pengungsian dilengkapi dengan dapur darurat,” katanya.

Untuk rumah-rumah yang hanyut dan rusak akibat banjir, disebut Rudy, pihaknya akan diberikan uang kerahiman.

Selain yang rumahnya hanyut, uang kerahiman juga akan diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Baca juga: Banjir Terjang Garut Kemarin, Belasan Rumah Lenyap, Kedalaman Air hingga 2,5 Meter

“Uang kerahimannya sebesar Rp 50 juta. Akan dieksekusi Senin besok supaya cepat,” sebutnya.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status masa tanggap darurat bencana selama dua pekan, mulai 16 Juli 2022 hingga 29 Juli 2022.

"Masa tanggap darurat dua minggu, setelah itu ada rehab rekon, makanya tadi untuk pengusulan juga kita pisahkan, untuk tanggap darurat berapa untuk rehab rekonnya berapa," ucapnya.

Helmi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data yang kaitannya dengan bencana banjir dan longsor, termasuk kebutuhan di masa tanggap darurat.

Dari data sementara, jumlah desa dan kelurahan yang terdampak berjumlah 32.

“Untuk data kerusakan terus diperbaharui, termasuk juga kaitannya dengan kerugian masih dalam perhitungan. Kami sudah instruksikan RT dan RW agar memberikan data akurat dan bisa dipertanggung jawabkan karena akan menjadi dasar penyaluran bantuan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved