Viral Video Pembuatan AJB Mahal di Desa Jagapura Kidul Cirebon, Ini Penjelasan Pihak Kecamatan

Dalam tayangannya, tampak pemohon yang merekam video tersebut sedang meminta bukti pembayaran yang merinci biaya pembuatan AJB kepada perangkat desa

Tangkapan layar video
Tangkapan layar video viral mengenai mahalnya biaya pembuatan AJB Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Video mengenai mahalnya pembuatan akta jual beli (AJB) tanah di Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, viral di media sosial.

Dalam tayangannya, tampak pemohon yang merekam video tersebut sedang meminta bukti pembayaran yang merinci biaya pembuatan AJB kepada seorang perangkat desa yang tidak disebutkan namanya.

Perangkat desa juga terlihat tenang dan mempersilakan ketika pemohon pembuatan AJB tersebut meminta izin untuk merekam video yang kini viral di media sosial tersebut.

Baca juga: Sejumlah Pejabat BPN Terlibat dalam Mafia Tanah, Polisi Ungkap Modusnya

Selain itu, orang yang merekam video pun secara terang-terangan meminta pengurangan biaya pembuatan AJB yang mencapai Rp 10,5 juta tetapi tampak ditolak oleh perangkat desa.

Perangkat desa tersebut juga memastikan besaran biaya pembuatan AJB itu sesuai aturan dan dilengkapi bukti tertulis sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

"Perangkat desa nakal, proses AJB diminta bayar 10500.000, tapi tidak mau memberikan bukti pembayaran. Lokasi kejadian Desa Jagapura Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kejadian 12 Juli 2022," tulis keterangan dalam postingan video viral itu.

Sekretaris Camat Gegesik, Tri Angga Riyadhimansyah, yang kini menjabat sebagai Plh Camat Gegesik pun menanggapi viralnya video terdebut.

Menurut dia, orang yang merekam video itu tidak menjabarkan mengenai proses pembuatan AJB secara utuh, karena biaya Rp 10,5 juta yang dikeluarkan untuk mengaktakan dua transaksi berbeda.

"Transaksi pertama itu pembelian tanah seluas 2900 meter persegi, dan kedua tanah yang luasnya lebih dari 1900 meter persegi, sehingga totalnya hampir setengah hektare," kata Tri Angga Riyadhimansyah kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (16/7/2022).

Baca juga: Viral di Media Sosial, Mobil Pikap Tabrak Rumah Hingga Hancur di Majalengka, Tiga Motor Ikut Rusak

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved