Sakit Hati, Pria Asal Kabupaten Cirebon Habisi Nyawa Tetangganya Sendiri yang Sudah Lansia

Pria asal Kabupaten Cirebon yang berinisial UM (45) tega menghabisi nyawa tetangganya sendiri.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, beserta jajarannya saat konferensi pers perampasan nyawa di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pria asal Kabupaten Cirebon yang berinisial UM (45) tega menghabisi nyawa tetangganya sendiri.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/6/2022) di Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, korbannya merupakan kakek-kakek berusia 63 tahun dan dihabisi secara membabi buta menggunakan bambu hingga batu besar.

Baca juga: 2 Remaja Sadis di Madura, Tega Habisi Nyawa Bocah 5 Tahun Demi Emas, Korban Meninggal Mengenaskan

"Korban mengalami luka parah, karena dipukul, dihajar bambu, dan dihantam batu berdiameter 30 cm," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/7/2022).

Bahkan, korban juga sempat ditendang beberapa kali dan diinjak-injak oleh tersangka yang saat itu mengenakan sepatu boot.

Ia mengatakan, pakaian korban, bambu, batu, sepatu boot, dan lainnya juga turut diamankan diamankan sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui motif UM yang nekat menghabisi nyawa korban karena merasa kesal dan sakit hati.

"Tersangka kesal dan sakit hati terhadap korban, sehingga menghajar secara membabi buta dan mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Arif Budiman.

Baca juga: KRONOLOGI Seorang Ayah Habisi Nyawa Anak Sendiri di Riau, Marah-marah di Pinggir Jalan

Arif menyampaikan, dalam peristiwa itu tersangka pada mulanya mengajak korban ke suatu tempat kemudian memukulinya menggunakan tangan kosong.

Selanjutnya tersangka memukulkan bambu dan menghantam korban menggunakan batu cukup besar yang diameternya kira-kira mencapai 30 cm.

"Tersangka disangkakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP serta diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Arif Budiman.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved