Persib Bandung

Persib Putuskan Pakai Stadion GBLA Sebagai Kandang, PT LIB Beri Lampu Hijau, Polisi Belum Beri Izin

Persib Bandung sudah memutuskan akan memakai Stadion GBLA sebagai kandang musim ini.

Editor: taufik ismail
Tribun Jabar
Bobotoh memadati Stadion GBLA untuk menyaksikan laga Persebaya vs Persib, Jumat (17/6/2022) malam. Persib Bandung kembali mengajukan Stadion GBLA sebagai kandang di Liga 1 2022/2023. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi lampu hijau bagi Persib Bandung untuk dapat kembali menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)  pada kompetisi Liga 1 2022/2023.

Direktur utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan, klub berjuluk Maung Bandung itu melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) telah mendaftarkan stadion yang berlokasi di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung tersebut untuk dipakai sebagai kandang Persib Bandung musim ini.

Baik dari sisi kelayakan maupun fasilitas, ujar Lukita, Persib Bandung tentu bisa menjadikan Stadion GBLA sebagai homebase dan layak menggelar pertandingan di sana.

Namun, apakah pertandingan-pertandingan Maung Bandung nanti bisa digelar di GBLA, ujar Lukita, ranahnya ada di kepolisian. 

"Namun apabila nanti ada pertandingan, panpel tetap harus mempresentasikan dan berkoordinasi dengan kepolisian," ujar Lukita saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (15/7).

"Terutama soal bagaimana cara menangani penonton di stadion," ucapnya.

Persib Bandung, ujar Lukita, juga wajib melaporkan setiap proses dan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian kepada PT LIB selaku operator pertandingan.

Baca juga: PT LIB Beri Lampu Hijau Persib Kembali Gunakan Stadion GBLA Sebagai Home Base, Tapi Ini Syaratnya

"Tentunya LIB juga perlu tahu segala hal tentang security di stadion, beberapa hari sebelum pertandingan digelar," ucapnya.

Sebelumnya hal senada juga disampaikan Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno. Persib, kata Sudjarno, akan tetap memakai Stadion GBLA sebagai home basenya di Liga 1 2022-2023.

Namun, Sudjarno meminta agar insiden jebolnya pengamanan, terlbih sampai menimbulkan korban jiwa seperti terjadi di Stadion GBLA pada turnamen Piala Presiden lalu menjadi bahan evaliuasi sehingga tak lagi terulang.

"Peristiwa itu (insiden GBLA) kami jadikan pelajaran, soal bagaimana LOC mengelola kejadian-kejadian tak terduga di lapangan. Semua ini terkait over-capacity, pintu yang tidak dijaga, serta pengelolaan ticketing," ujarnya.

Sudjarno mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh panpel dari 18 peserta Liga 1 agar kejadian di Stadion GBLA tidak terjadi di stadion manapun.

Panitia pelaksana harus mampu mengemas pertandingan yang aman sebaik mungkin.

"Harapan kami, semua harus disiapkan semaksimal mungkin, terutama terkait kapasitas, infrastruktur, dan keamanan. Kuncinya ada di koordinasi internal maupun eksternal. Untuk eksternal itu bisa dengan Dishub, kepolisian, dan lain-lain. Sehingga pertandingan dapat digelar secara aman," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved