Tempat Wisata di Jabar, Yuk Tengok 4 Spot Wisata Prasejarah yang Menarik dengan Pemandangan Indah

Ada empat lokasi wisata di Jabar dengan jejak peristiwa purba yang bisa dikunjungi tak hanya untuk menikmati pemandangan dan menambah pengetahuan

TRIBUN JABAR/ZELPHI
Sejumlah pengunjung asyik berswafoto di Stone Garden, Citatah, KBB. Ada empat lokasi wisata di Jabar dengan jejak peristiwa purba yang bisa dikunjungi tak hanya untuk menikmati pemandangan dan menambah pengetahuan. 

Walau berada di dataran tinggi, wisatawan bisa dengan mudah menjelajah ke lokasi ini. Waktu terbaik untuk mendatangi tempat ini ialah pagi atau sore hari, saat terik matahari tak terlalu menyengat.

Di sini wisatawan bisa melihat pemandangan Geopark Citatah secara 360 derajat tanpa terhalang di batu tertinggi yang dinamai Puncak Panyawangan. Konon, manusia prasejarah mulai berdatangan ke daerah ini sebagai pemburu.

SWAFOTO DI STONE GARDEN --- Para remaja asyik berswafoto di kawasan hamparan batu di lingkungan Stone Garden, Kampung Giri Mulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Senin (5/12/2016). Batu Gamping yaitu batuan endapan yang terbentuk di dasar lautan dan disusun berbagai cangkang binatang laut dalam kurun waktu jutaan tahun.
SWAFOTO DI STONE GARDEN --- Para remaja asyik berswafoto di kawasan hamparan batu di lingkungan Stone Garden, Kampung Giri Mulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Senin (5/12/2016). Batu Gamping yaitu batuan endapan yang terbentuk di dasar lautan dan disusun berbagai cangkang binatang laut dalam kurun waktu jutaan tahun. (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Namun sayang, sebagian kawasan Stone Garden menjadi korban pertambangan. Pemerintah pun turun tangan untuk lebih mengetatkan kegiatan pertambangan di sana, walau masih terdapat kekurangan namun setidaknya itu bisa menjadi itikad baik untuk melestarikan jejak prasejarah di tempat itu.

4. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung menjadi salah satu tempat wisata prasejarah yang dianjurkan untuk dikunjungi. Museum yang didirikan sejak 16 Mei 1928 itu menyedot atensi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Koleksi dari museum Geologi Bandung beragam mulai berbagai jenis fosil. Jejak-jejak kehidupan itu tersusun dengan rapi di dalam bangunan dengan gaya arsitektur Eropa tersebut.

Saat memasuki pintu masuk utama museum, wisatawan akan langsung disuguhkan dengan fosil dari gajah purba (Stegodon trigonocephalus). Di ruang sisi timur museum tersimpan sejarah perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup di Bumi dari masa primitif hingga modern.

Pengunjung memadati Museum Geologi Bandung yang kembali buka, Rabu (26/12/2018).
Pengunjung memadati Museum Geologi Bandung, Rabu (26/12/2018). (Tribun Jabar.id)

Salah satu pajangan yang atraktif di ruangan tersebut adalah replika fosil dari kadal pemburu raksasa, Tyrannosaurus Rex Osborn. Di sana juga terdapat fosil-fosil hewan laut purba, seperti hiu raksasa megalodon hingga fosil moluska.

Baca juga: Museum Geologi Punya Ruang Pameran Baru, Jadi Spot Foto yang Istagramable

Sejarah perkembangan manusia purba, baik fosil tengkorak hingga peralatannya juga tersimpan di Museum Geologi Bandung. Tak hanya soal makhluk hidup, di sini wisatawan juga belajar tentang bebatuan, mineral hingga bencana alam geologis secara interaktif.

Museum Geologi Bandung terletak di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung. Lokasinya sangat dekat dengan Gedung Sate yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Harga tiketnya pun murah, untuk pelajar ditarif Rp 2.000, wisatawan lokal Rp 3.000 dan wisatawan asing Rp 10.000. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved