Pengoplosan Gas LPG di Subang Setiap Hari 3-5 Ton Gas Dipindahkan, Dua Pelaku Diringkus Polda Jabar

Diskrimsus Polda Jabar berhasil membongkar pengoplosan gas LPG subsidi ke LPG non subsidi di Subang yang sudah berlangsung dua bulan terakhir

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/AHYA NURDIN
Direktur Diskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman meminta pelaku memepragakan cara pengoplosan gas dari tangki LPG ke tangki penampungan sementara di sebuah gudang Patokbeusi, Subang, Kamis (14/7/2022). Menurut Arief, gas yang dialirkan itu sekitar 3-5 ton per hari. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil membongkar praktek pengoplosan gas LPG subsidi ke LPG non subsidi, di Kawasan Jalur Pantura, Desa Tanjungrasa Kaler, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Kamis (14/7/2022).

Penggrebekan tersebut berawal dari laporan warga yang curiga ada aktivitas mobil pengangkut gas LPG masuk ke sebuah gudang tiap malam dalam 2 bulan terakhir. 

Pihak Ditreskrimsus Polda Jabar langsung menggerebek tempat tersebut pada Kamis (14/7/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman mengatakan, pengungkapan pengoplosan gas LPG Subsidi ke non Subsidi berawal dari aparat yang menangkap truk LPG 20 ton.

Truk tersebut masuk ke sebuah gudang eks penggilingan padi di Jalur Pantura, Patokbeusi Subang

"Ternyata berdasarkan keterangan pelaku, truk LPG tersebut jam operasinya tiap malam sekitar pukul 22.00-04.00 WIB, guna menghindari patroli Polisi," ujar Arief Rachman, dalam press release nya di TKP, Kamis Sore(14/7/2022)

Dikatakan Arief, dalam penggrebekan tersebut, dua orang pelaku berhasil diamankan diantaranya operator atau mandor dan seorang pekerja disana.

Baca juga: Truk Gas LPG 20 Ton yang Diamankan Polda Jabar Kini Ada di Gudang Bekas Penggilingan Padi di Subang

"Kami berhasil amankan 2 orang masing masing berinisial MH warga Lampung selaku mandor, dan TA selaku pekerja, yang merupakan warga Desa Batangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang," katanya

Adapun modus pelaku melakukan pengoplosan tersebut dengan cara  memindahkan gas subsidi dari truk tangki berkapasitas 20 ton gas yang diangkut dari Depot Eretan, Kabupaten Indramayu ke tangki penampungan di kawasan Patokbeusi, Kabupaten Subang.  

"Truk tangki LPG tersebut seharusnya mengangkut gas untuk ke SPBE di Linggarjati Majalengka, namun malah ke Patokbeusi untuk mengalirkan sebagian gas antara 3-5 ton per hari dari setiap tangki LPG Pertamina," ucapnya

"Kemudian gas yang dialirkan dari gas penampungan tersebut, selanjutnya  di isikan ke tabung-tabung LPG non subsidi berukuran 50Kg, yang akan dijual ke Tanggerang dan Cirebon" ujarnya.

Menurut Arief, para pelaku membuka praktek pengoplosan gas di Patokbeusi sudah berlangsung 3 bulan, namun operasi baru berjalan 2 bulan.

"Akibat perbuatan pelaku, negara dirugikan Rp 8,040 miliar per bulan," katanya

Pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan untuk menemukan tersangka lainnya.  Dan saat ini, TKP pengoplosan gas sudah kita pasang police line, untuk pengembangan penyelidikan.

"Sementara untuk kendaraan LPG Pertamina dan truk pengangkut tabung, akan kami amankan ke Gede Bage Bandung," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved