Kronologi Kasus Perampasan Sapi Oleh Ormas di Sumedang Mencuat, Peternak Lapor ke Anggota DPR

Kabar kasus perampasan sapi ini dikatakan Sutrisno, Anggota DPR RI dapil Sumedang, Majalengka, Subang berawal saat bicara di hadapan Menteri Pertanian

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Anggota Komisi IV DPR RI asal Majalengka, Sutrisno mengatakan, kabar kasus perampasan sapi oleh ormas berawal saat bicara di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir pada 28 Juni 2022.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus perampasan sapi dari peternak oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) di Sumedang hangat diperbincangkan.

Namun, dari mana kasus ini mulai diketahui publik, dan sejak kapan?

Kabar kasus perampasan sapi ini dikatakan Sutrisno, Anggota DPR RI dapil Sumedang, Majalengka, Subang berawal saat bicara di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. 

Ketika itu, 28 Juni 2022, sedang ada kunjungan Mentan ke Desa  Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Kunjungannya ke perkebunan cabai. 

"Saya sampaikan itu," kata Sutrisno melalui sambungan telepon, Kamis (14/7/2022). 

Sutrisno kemudian merunut kejadian itu sejak pertama kali desakan Ormas dilaporkan petani kepadanya. 

Pada 10 Juli 2022, kelompok peternak Maju Jaya 2 Desa Cilopang dan LMDH Desa Pajagan datang ke rumah aspirasi Sutrisno di Majalengka. 

"Mereka mengeluhkan soal ternak 20 ekor sapi bantuan dari Kementan, tapi mau diambil Ormas," katanya. 

Pada 25 Juni 2022, Sutrisno datang ke Desa Cilopang untuk memastikan laporan itu. Di lokasi, masih ada ternak jumlahnya lengkap 20 ekor.

Namun, desakan dari Ormas kepada peternak semakin menguat. Ditambah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang kepada Ketua Kelompok Peternak, Jojo mengatakan bahwa sapi akan diambil Ormas. 

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Perampasan 16 Sapi Peternak di Sumedang Bantuan Kementan oleh Ormas

"Di Cilopang saya telepon Kepala Dinas agar sapi tidak dipindah kemanapun. Kalaupun ada surat keterangan peternak tak mampu mengurus, ya itu harus disampaikan ke Kementerian, sesuai prosedur," katanya.

Pada 28 Juni 2022, tim ahli Sutrisno melaporkan bahwa sapi di Cilopang milik peternak itu sudah dibawa Ormas. 

Menurut data yang dihimpun TribunJabar.id, sapi yang seula jumlahnya 20 ekor, disisakan untuk peternak hanya 4 ekor. 

"Ini kan Ormas punya hubungan apa dengan pemberi manfaat (Kementerian)? Mereka tidak punya fasilitas kandang tetapi mendapat bantuan sehingga akhirnya memanfaatkan rakyat, dan rakyat diabaikan setelah tujuan tercapai," kata Sutrisno. 

Dia mengatakan solusi terbaik dari persoalan ini adalah mengembalikan sapi kepada yang berhak secara administratif.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved