Kelakuan Kakek Bolot Asal Cirebon, Rudapaksa Bocah SD, Ada Benda Ini di Saku Celananya saat Dibekuk

Saat diamankan pada Minggu (26/6/2022) lalu, penyidik menemukan celana dalam milik korban di saku celana yang dikenakan Kakek Bolot.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton (kanan), dan Kanit PPA, Iptu Sujiani Dwi Hartati (kiri), saat menunjukkan sejumlah barang bukti di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kakek Bolot (64) asal Kabupaten Cirebon terbukti melakukan aksi rudapaksa pada bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas 5 SD.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, aksi itu dilakukan Kakek Bolot di gudang yang berada di belakang salah satu musala di Kabupaten Cirebon pada Minggu (12/6/2022).

Menurut dia, saat diamankan pada Minggu (26/6/2022) lalu, penyidik menemukan celana dalam milik korban di saku celana yang dikenakan Kakek Bolot.

Baca juga: Di Ponsel Kakek Bolot Asal Kabupaten Cirebon yang Mencabuli Murid Kelas 5 SD Banyak Video Syur

"Celana dalam tersebut tertinggal saat aksi pencabulan terjadi, karena korban langsung kabur dari TKP," kata Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/7/2022).

Ia mengatakan, celana dalam itu pun telah diamankan sebagai barang bukti bersama pakaian yang dikenakan korban saat kejadian dan ponsel milik tersangka.

Selain itu, pihaknya mengakui dari hasil pemeriksaan sementara tersangka yang merupakan pensiunan PNS itu menggunakan celana dalam tersebut untuk berfantasi.

Namun, tersangka dan korban hanya sebatas saling mengenal dan tidak memiliki ikatan apapun meski Kakek Bolot sehari-hari bertugas sebagai marbot musala.

"Jadi, tersangka hanya kenal, bukan guru ngaji korban atau lainnya. Saat kejadian, korban sedang bermain dengan temannya kemudian ditarik paksa," ujar Anton.

Anton menyampaikan, hingga kini jajarannya masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan adanya korban lain yang dicabuli Kakek Bolot.

Namun, sejauh ini pihaknya memastikan baru menerima satu laporan dari orang tua korban yang merupakan bocah kelas 5 SD tersebut.

Baca juga: Disebut Mirip Kakek-kakek, Rayyanza Malah Tertawa Senang, Nagita Slavina Heran: Gimana Sih Dek?

Saat ini, Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon dan stakeholder terkait juga tengah memberikan pendampingingan kepada korban pencabulan Kakek Bolot.

"Jika dari pendampingan tersebut korban dinyatakan mengalami trauma, maka kami akan membantu trauma healing untuk memulihkan psikologisnya," kata Anton.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved