Diskar PB Kota Bandung Susun Rencana Penanggulangan Bencana, Ada 19 Kecamatan yang Rawan Gempa

Diskar PB Kota Bandung menggelar rapat penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana Kota Bandung. Ada 19 kecamatan di antaranya yang rawan gempa

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Diskar PB Kota Bandung menggelar rapat penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana Kota Bandung di Hotel California Jalan Linggawastu, Kamis (14/7/2022). Disebutkan dari 30 kecamatan ada 19 kecamatan di antaranya yang rawan gempa potensi tinggi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menggelar rapat penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana (RPB) Kota Bandung di Hotel California, Jalan Linggawastu, Kamis (14/7/2022).

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung Dian Rudianto mengatakan, rapat diikuti 15 dinas di lingkungan Pemkot Bandung untuk menyusun dokumen rencana penanggulangan bencana.

Disebutkan dalam dokumen dari 30 kecamatan, ada 19 kecamatan di antaranya yang rawan gempa potensi tinggi.

Menghadapi bencana di Kota Bandung harus ada dokumen agar mampu mengatasi jika terjadi bencana.

"Ada tiga langkah menangani bencana, yaitu pra bencana, saat bencana dan pasca bencana," ujarnya.

Pra bencana, menurut Dian, yaitu memberikan edukasi dan sosialisasi cara-cara menyelamatkan diri dari bencana.

Saat terjadi yang paling penting adalah jangan panik, baik bencana kebakaran, banjir atau gempa

"Jika terjadi kebakaran langsung hubungi 113 dan selamatkan diri dari bahaya, begitu juga terjadi gempa bumi, cari lapangan,  jika tak sempat keluar jauhi kaca sembunyi di bawah meja," katanya.

Menurut Dian, potensi bencana Kota Bandung di antaranya kebakaran karena padat penduduk, banjir dan gempa bumi.

Di Kota Bandung terbagi 30 kecamatan di antaranya ada 19 kecamatan rawan gempa potensi tinggi.

Dian berharap, aparat kewilayahan rawan bencana gempa dengan potensi tinggi agar mandiri dalam menanggapi bencana dan mengenali potensinya.

"Diskar PB butuh peran serta semua elemen masyarakat, seperti dunia usaha, akademisi, relawan, hingga media massa dalam penanganan bencana," ujarnya.

Kecamatan yang rawan bencana di antaranya Gedebage, Buah Batu, Astanaanyar, Antapani, Cicendo dan kecamatan lainnya.

Dian mengatakan, cara mengurangi risiko dari bencana itu adalah dengan mengedukasi masyarakat, menyosialisasikan ancaman bencana dengan memberikan pelatihan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved