Polisi Masih Selidiki Perampasan 16 Sapi Peternak di Sumedang Bantuan Kementan oleh Ormas

Polres Sumedang hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus dugaan perampasan 16 sapi bantuan dari Kementerian Pertanian RI oleh ormas

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
ILUSTRASI SAPI - satu organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan perampasan sapi dari Kementerian Pertanian untuk anggota kelompok peternak di Sumedang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Polres Sumedang hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus dugaan perampasan 16 sapi bantuan dari Kementerian Pertanian RI milik peternak yang dilakukan oleh oknum Organisasi masyarakat (ormas).

"Masih kita dalami, kita masih melakukan penyelidikan," kata Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada TribunJabar.id, di Kabupaten Sumedang, Rabu (13/7/2022).

Dedi menyebutkan, hingga kini polisi belum melakukan rangkaian pemeriksaan terkait kasus dugaan perampasan terhadap kelompok peternak di Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu itu.

Baca juga: Ormas di Sumedang TEGA Rampas Sapi Hibah Kementan, Erwan Desak Hak Peternak Cilopang Dikembalikan

Selain itu, kata dia, pihaknya memastikan belum ada laporan kasus tersebut di kepolisian.

"Belum ada yang melapor kasus ini, belum ada yang diperiksa, masih kita lidik," katanya.

Diberitakan sebelumnya, satu organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan perampasan sapi dari Kementerian Pertanian untuk anggota kelompok peternak di Sumedang.

Dari 20 sapi, kini tersisa empat. Artinya, ada 16 ekor sapi yang dirampas.

Masalah mulai muncul saat anggota Ormas dari Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA) mendatangi ketua kelompok peternak Maju Jaya 2, Jojo dan rekannya.

"Akhir Juni, sapi datang ke kampung kami di Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu."

"20 ekor sapi, kemudian kami pelihara, oleh 13 orang anggota kelompok peternak kami. Lima hari kemudian, datanglah oknum itu," ucap Jojo kepada TribunJabar.id, Jumat (8/7/2022).

Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno memberikan komentarnya terkait kejadian ini.

Baca juga: ORMAS Muluskan Jalan Rampas Sapi Peternak Sumedang dengan Catut Nama Pejabat, Kadis : Engga Ada!

Ia menilai, posisi masyarakat dalam kelompok Maju Jaya 2 dipermainkan oleh oknum ormas.

Nama peternak dijual agar mendapatkan bantuan, tapi yang tidak bisa menikmati.

"Entah titah siapa, saya sudah bilang ke Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang jangan diapa-apakan itu bantuan, eh malah tetap ada yang mengambil," katanya.

Sutrisno mendesak Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menyelesaikan masalah.

"Kembalikan, bagaimanapun caranya. Ini saya sampaikan karena ini persoalan rakyat," tegasnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved