Jam Malam Mulai Diberlakukan, Kondisi Sri Lanka Makin Tak Terkendali

Setelah Gotabaya Rajapaksa melarikan diri, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe otomatis kini menjadi pemimpin Sri Lanka.

Editor: Ravianto
(India Outlook
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. Gotabaya sudah melarikan diri ke luar negeri di tengah kondisi Sri Lanka yang makin tak terkendali. (India Outlook) 

TRIBUNJABAR.ID, COLOMBO - Setelah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa kabur ke luar negeri, kondisi Sri Lanka makin tak terkendali.

Setelah Gotabaya Rajapaksa melarikan diri, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe otomatis kini menjadi pemimpin Sri Lanka.

Ranil Wickremesinghe sebenarnya sudah menegaskan akan mengundurkan diri setelah presiden baru diumumkan.

Kini Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyatakan keadaan darurat negarannya.

Namun penerapan status ini justru membuat semakin kisruh keadaan Sri Lanka.

Terlebih Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Maladewa, yang memicu lebih banyak protes di tengah krisis ekonomi.

Dilansir Reuters, jam malam juga diberlakukan di Kolombo, ibu kota Sri Lanka.

Sebab, sekitar 1.500 pengunjuk rasa hari ini menggeruduk kantor Wickremesinghe dan menuntut juga pengunduran dirinya, Rabu (13/7/2022). 

"Perdana menteri sebagai penjabat presiden telah mengumumkan keadaan darurat (di seluruh negeri) dan memberlakukan jam malam di provinsi barat," kata sekretaris media Wickremesinghe, Dinouk Colombage. 

Peraturan jam malam akan diberlakukan segera. 

Unjuk Rasa Warga Sri Lanka

Masih dari Reuters, unjuk rasa warga Sri Lanka terjadi beberapa jam setelah Presidennya meninggalkan negara tersebut.

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diketahui kabur ke luar negeri pada Rabu (13/7/2022). 

Ratusan orang juga menuntut pengunduran diri perdana menteri dan bertempur di jalanan dengan kepolisian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved