Isuzu Indonesia Pastikan Kesiapan Kendaraan Standar Emisi EURO 4 Kepada Warga Jabar 

Isuzu Indonesia pastikan kesiapan kendaraan Standar Emisi EURO 4 kepada warga Jawa Barat

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
dok Isuzu
ilustrasi - Kesiapan Isuzu dalam menyambut program Emisi Euro 4 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejak Apeil 2022 Pemerintah menerapkan standard emisi EURO 4 bagi kendaraan di Indonesia. Terkait hal ini, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terus melakukan sosialisasi terkait penerapan standar emisi EURO 4. Salah satunya melalui gelaran Customer Gathering 2022 yang bertajuk  “Experience Grows You Bigger” di sejumlah kota di Indonesia.

Di Bandung, acara digelar di Trans Convention Hall, Selasa (12/07/2022).

President Director of PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa regulasi EURO4, yaitu standar emisi gas buang kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh European Union, ditujukan untuk memperkecil dampak pencemaran udara.

Menurut Ernando, Isuzu sendiri sudah sangat siap untuk mengawal perjalanan bisnis seluruh Isuzu Partner dengan standar baru tersebut, dikarenakan, Isuzu telah berpengalaman selama 11 tahun di mesin common rail, sejak tahun 2011 bersamaan dengan diluncurkannya Isuzu Giga di Indonesia.

"Seluruh ekosistem Isuzu, terutama layanan purna jual, sudah terbiasa menangani mesin common rail sejak 11 tahun yang lalu. Serta DNA mesin Isuzu yang irit bahan bakar, akan membantu Isuzu Partner dalam menghemat biaya operasionalnya. Sedangkan produk EURO4 Isuzu sendiri tersedia dalam banyak varian, mulai dari Elf, Giga, dan Traga yang sesuai dengan kebutuhan customer di masing-masing industri, terutama transportasi dan pergudangan, manufaktur, agrikultur, pertambangan, konstruksi, distribusi & retail, serta refinery,” ujar Ernando dalam sambutannya.

Isuzu memahami bahwa dengan standar EURO4 ini, pasti ada keraguan entah terkait dengan produk, performa, hingga kepastian pelayanan purna jual. Oleh karena itu, Isuzu senantiasa berusaha untuk memberikan solusi yang komprehensif dan optimal kepada seluruh Isuzu Partner. Menurutnya sebanyak 86 persen suku cadang dari kendaraan baru Isuzu sama dengan model sebelumnya,

sehingga Isuzu Partner tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan suku cadang di lapangan. Ditambah dengan jaringan Isuzu yang meliputi 152 BIB (Bengkel Isuzu Berjalan), 87 BMI (Bengkel Mitra Isuzu), serta lebih dari 1,500 partshop yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejauh ini, Ernando menjelaskan, penerimaan masyarakat terhadap Isuzu pada semua lini produk kendaraan begitu bagus. Terbukti dari hasil penjualan hingga Mei 2022, market share Elf mencapai angka 24 persen dengan peningkatan volume sebesar 23 persen. 

"Market share Giga juga berhasil mencapai angka 12 persen dengan peningkatan volume sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Isuzu Traga yang hadir tahun 2018 juga mencatatkan kenaikan yang signifikan sejak kehadirannya dimana hingga Mei 2022 telah mencapai market share 33 persen dengan peningkatan volume sebesar 17 persen. Hasil pencapaian penjualan ini menunjukkan bahwa Isuzu adalah pemain besar otomotif di kendaraan niaga di Indonesia,” ungkap Ernando.

Pengalaman panjang Isuzu di mesin Common Rail membuat para Isuzu Partner tak ragu untuk tetap menjadikan Isuzu sebagai kendaraan bisnis mereka. Hal ini seperti sisampaikan Brilian dan Ikbal dari perwakilan PT  Andalan Samudera.

Menurut Ikbal, ini merupakan kali pertama dia mencoba armada baru Isuzu yang berstandard EURO 4. 

"Memang ini kali pertama kami akan mencoba kendaraan berstandard EURO 4, tapi dengan kesiapan servis dan sparepart Isuzu yang ada di mana- mana , kami tidak merasa khawatir," ujar Ikbal.

Sementara Brilian menambahkan bahwa Isuzu memiliki pengalaman panjang di mesin Common Rail. Oleh sebab itu ia percaya bahwa armada Isuzu dengan EURO 4 tidak akan menjadi masalah untuk tetap menjadi partner bisnis di segala medan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, kesiapan Isuzu dengan standard EURO4 diapresiasi pemerintah. Melalui Dirjen Perhubungan, Budi Setiyadi, pemerintah mengapresiasi langkah Isuzu dalam menerapkan mesin berstandard EURO4.

"Dengan penerapan EURO4 maka hal ini akan menjamin seluruh ekosistem.  Butuh komitmen dari seluruh pihak, bukan hanya pemerintah saja, tapi juga dari ATM dan konsumen, termasuk konsumen Isuzu," kata Budi. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved