Jumat, 10 April 2026

Dinilai Praktis dan Hemat Waktu, Mobile Banking dan e-Wallet Masih Jadi Pilihan Transaksi Pembayaran

Berdasarkan survei Populix menunjukkan sebanyak 64% responden memiliki aplikasi layanan perbankan dan finansial pada ponsel mereka, dengan 91% respond

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
Istimewa
ILUSTRASI pengguna mobile banking. Survei Populix menunjukkan bahwa sebanyak 64% responden memiliki aplikasi layanan perbankan dan finansial pada ponsel mereka, dengan 91% responden mengatakan memiliki aplikasi mobile banking, 84% memiliki e-wallet, dan 33% memiliki aplikasi digital banking. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di era new normal seperti ini, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan pembayaran non tunai yang memudahkan dalam setiap transaksi.

Berdasarkan survei Populix menunjukkan bahwa sebanyak 64 persen responden memiliki aplikasi layanan perbankan dan finansial pada ponsel mereka, dengan 91 % responden mengatakan memiliki aplikasi mobile banking, 84 % memiliki e-wallet, dan 33 % memiliki aplikasi digital banking.

Co-Founder & CEO, Populix, Dr. Timothy Astandu, menyebutkan adanya akselerasi transformasi digital membawa dampak terhadap berbagai industri, termasuk sektor perbankan dan keuangan.

Hal ini terlihat dari semakin banyaknya pilihan aplikasi layanan perbankan dan keuangan yang bertumbuh untuk menjawab berbagai kebutuhan pengguna.

"Survei menunjukkan bahwa mobile banking dan e-wallet masih menjadi dua saluran pembayaran pilihan responden di semua rentang usia. Sementara digital banking lebih populer di kalangan responden yang berusia dewasa," ujar Timothy, Selasa (13/7/2022).

Beberapa alasan utama yang mendorong responden memilih aplikasi mobile banking dan digital banking yaitu kepraktisan, hemat waktu, dan kemudahan dalam penggunaan aplikasi.

Sementara untuk e-wallet, selain kepraktisan, responden menyatakan bahwa mereka menggunakan e-wallet karena layanan yang terintegrasi dengan platform e-commerce, serta menawarkan promo cashback.

“Aplikasi perbankan digital dan dompet digital kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Hal tersebut terlihat dari lebih dari 80 % responden yang menggunakan mobile banking,  digital banking, dan e-wallet setidaknya satu kali dalam seminggu," kata dia.

Ke depannya, penggunaan aplikasi bank dan dompet digital ini juga diprediksi akan terus bertumbuh.

Secara lebih dekat, terdapat 25 % responden yang mengatakan bahwa mereka menggunakan aplikasi mobile banking rata-rata sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.

Sementara pengguna digital banking cenderung menggunakan aplikasi tersebut lebih sering, dengan mayoritas (25 % ) rata-rata penggunaan setiap hari.

Melakukan top up aplikasi lain seperti e-commerce dan e-wallet, serta melakukan pembayaran di e-commerce merupakan dua tujuan utama responden menggunakan aplikasi mobile banking dan digital banking.

Survei Populix pun menemukan bahwa BCA Mobile menjadi aplikasi mobile banking utama pilihan responden dengan 60 % responden yang mengatakan menggunakan aplikasi tersebut saat ini.

Sementara itu, sebagian responden juga memilih BRI Mobile (26 % ), Livin’ by Mandiri (25 % ), dan BNI mobile banking (23 % ) sebagai aplikasi yang mereka gunakan.

Di kategori digital banking, Bank Jago (46 % ) menduduki posisi teratas diikuti oleh Neobank (40 % ) and Jenius (32 % ).

Sementara pada kategori e-wallet, GoPay (88 % ) dan Dana (83 % ) menjadi aplikasi yang saat ini digunakan oleh mayoritas responden, disusul dengan OVO (79 % ) dan ShopeePay (76 % ). (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved