Breaking News:

Pengantin Baru Gagal Bahagia di Malam Pertama, Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Pun Berdatangan

Sungguh malang nasib pasangan pengantin Nomensen Giri dan Feny Nenobahan. Pengunjung perta bikin onar dan menikam kedua pengantin hingga terjatuh.

Editor: Kisdiantoro
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: Sungguh malang nasib pasangan pengantin Nomensen Giri dan Feny Nenobahan. Pengunjung perta bikin onar dan menikam kedua pengantin hingga terjatuh. 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG - Sungguh malang nasib pasangan pengantin Nomensen Giri dan Feny Nenobahan.

Mestinya mereka sedang berbahagia melawatkan hari dan malam pertama sebagai suami istri.

Kejadian memilukan terjadi di hari pesta pernikahan di di RT 10/RW 05, Dusun III, Kompleks Trans Bisolo, Desa Tuakao, Kecamatan Fatuleu Barat , Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/7/2022).

Pesta pernikahan berubah menjadi petaka setelah kehadiran JS (30), warga Bisolo, Desa Tuakao, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

JS nekat menikam pasangan pengantin, Nomensen Giri dan Feny Nenobahan, saat keduanya sedang berbahagia di pesta pernikahan.

JS menikam pasangan pengantin di Kota Kupang, NTT, itu menggunakan sebilah pisau. Kasus itu lalu dilaporkan ke polisi.

Garis polisi dipasang di lokasi penemuan mayat wanita di Jalan Kaliurang di KM 16,5, Umbulmartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (17/11/2021).
Ilustrasi- Sungguh malang nasib pasangan pengantin Nomensen Giri dan Feny Nenobahan. Pengunjung perta bikin onar dan menikam kedua pengantin hingga terjatuh.

"Penikaman ini terjadi pada Senin (11/7/2022) subuh sekitar pukul 03.00 Wita," ujar Kepala Kepolisian Resor Kupang AKBP FX Irwan Arianto, kepada Kompas.com, Senin malam.

Pasangan pengantin ini ditikam di rumah orangtua pengantin perempuan, Efraem Nenobahan di RT 10/RW 05, Dusun III, Kompleks Trans Bisolo, Desa Tuakao, Kecamatan Fatuleu Barat.

Irwan menuturkan, pasangan pengantin, Nomensen Giri dan Feny Nenobahan, baru menjalani pemberkatan nikah di Gereja Tuakao, Kecamatan Fatuleu Barat, Minggu (10/7/2022).

Acara dilanjutkan dengan pesta resepsi pernikahan di rumah Efraem Nenobahan pada Minggu malam hingga Senin subuh. Saat itu, pelaku JS (30), juga hadir dalam acara pesta. Pada Senin sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku JS membuat keributan.

"Pelaku ini duduk di kursi pelaminan dan membanting kursi," ungkap Irwan. Nomensen dan Feny pun menegur JS, tetapi pelaku tidak terima. JS lalu mengambil pisau yang sudah dibawa dan menikam pasangan pengantin ini. JS menikam korban Nomensen pada bahu kiri dan menikam korban Feny pada paha kiri.

"Kedua pengantin pun jatuh karena mengalami luka dan berdarah. Suasana pesta menjadi kacau," kata dia.

Sejumlah warga langsung mengamankan JS. Sementara rekan JS yang lain kabur dan melarikan diri pasca kejadian ini.

Kedua korban kemudian dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis.

Senin pagi, aparat keamanan Polsek Fatuleu langsung ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan mengamankan pelaku JS.

"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian," jelas Irwan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesal Ditegur Saat Buat Keributan di Pesta, Pria Asal Kupang Tikam Pasangan Pengantin"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved