Sukses Mengolah Limbah Kain Perca, Katarina Raup Rp 400 Juta Setahun, Produk Diekspor Hingga Amerika

Dua di antara negara Eropa tujuan ekspor tas trendi berbahan kain perca buatan Katarina adalah Swedia dan Belanda.

surya.co.id/nen
Katarina Duhendar Triningrum (48) warga Jalan Argopuro, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, tengah menunjukkan hasil kreasi tas kain perca, Sabtu (8/7/2022). 

"Cara membuat tas kain perca saya peroleh dari tayangan YouTube. Dalam proses pembuatannya tak ada kendala berarti. Saya punya keahlian menjahit," katanya.

Saat awal memasarkan, produknya minim pembeli. Ia menengarai karena tas buatannya berdesain monoton.

Setahun berselang, dia menambahkan sejumlah ornamen ke produknya, yakni bordiran membentuk bunga dan kain bekas potongan batik. Tas buatannya makin terlihat elok dan kekinian. 

Ia juga memperbanyak jenis tas. Jenisnya antara lain, sling bag, tas jinjing, totebag, mini bag, clutch, dan ransel. 

"Saya membanderol tas dengan harga mulai Rp 80 ribu- Rp 350 ribu. Kami menerima permintaan desain atau model tas yang diinginkan pembeli," ujar Katarina

Banyaknya model tas dan desain modis itu sukses memikat pembeli.

Bahkan, pembelinya sudah tersebar di sejumlah daerah di Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan bali. 

Paling fantastis, Katalina bisa meraup untuk Rp 400 juta dalam setahun. 

"Ada pula pembeli mancanegara, antara lain Malaysia, Korea Selatan, Filiphina, Swedia, Belanda, dan Amerika. Mereka membeli tas kain perca D Recy saat melakukan kunjungan di Kota Probolinggo," urainya. 

"Saya juga menjual masker dan sepatu kain perca. Ts kain perca yang paling laris penjualannya," katanya. 

Baca juga: Bank Sampah Bersinar Kelola Limbah Masker Menjadi Minyak Mentah, Masyarakat Bisa Kirimkan Masker

Kini, UMKM Griya Srikandi terus berkembang. Katarina telah menyiapkan penjualan berbasis daring. 

Untuk memenuhi permintaan, Katarina memberdayakan emak-emak di sekitar kampung. Ada empat emak-emak yang membantunya memproduksi kerajinan kain perca

Jika pesanannya melimpah, dia bakal menambah jumlah karyawan hingga puluhan orang. 

"Sesuai namanya Griya Srikandi, 90 persen karyawan didominasi perempuan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved