Sukses Mengolah Limbah Kain Perca, Katarina Raup Rp 400 Juta Setahun, Produk Diekspor Hingga Amerika

Dua di antara negara Eropa tujuan ekspor tas trendi berbahan kain perca buatan Katarina adalah Swedia dan Belanda.

surya.co.id/nen
Katarina Duhendar Triningrum (48) warga Jalan Argopuro, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, tengah menunjukkan hasil kreasi tas kain perca, Sabtu (8/7/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, PROBOLINGGO- Katarina Duhendar Triningrum (48) mengulap limbah kain perca menjadi tas trendi.

Hasil kreasi berbahan perca itu tak main-main. Paling fantastis, Katarina bisa meraup untung Rp 400 juta dalam setahun. 

Wajar saja, produk tas trendi berbahan kain perca itu bukan hanya di dalam negeri.

Produk buatannwarga Jalan Argopuro, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, tersebut bahkan menembus pasar Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Dua di antara negara Eropa tujuan ekspor tas trendi buatan Katarina adalah Swedia dan Belanda.

Kreasi kain perca itu juga mampu membuka lapangan kerja, terutama bagi ibu-ibu di kampungnya. 

Baca juga: Sulit Dapat Masker, Ibu-ibu di Gebedage Kota Bandung Bikin Sendiri dari Kain Perca

Tas trendi hanya satu di antara produk berbahan limbah kain perca buatan Katarina.

Ia mulai merintis UMKM bernama Griya Srikandi yang bergerak di kerajinan dari tas kain perca sejak 2014. 

Ruang produksi kerajinan kain perca bermerek D Recy ini berada di pojok rumah Katarina. Luasannya, 8x11 meter. 

Di ruang itulah, Katarina menumpahkan seluruh kreativitasnya. 

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved