Hindari PMK dan Antraks, Warga Majalengka Diminta Beli Hewan Kurban di Tempat yang Direkomendasikan

Permintaan hewan kurban meningkat jelang Hari Raya Idul Adha. Karena itu, ada baiknya warga membeli hewan di tempat tempat yang sudah direkomendasikan

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Darajat Arianto
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Tim Dokter Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka memeriksa hewan kurban di Desa Kulur, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (6/7/2022). DKP3 mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di tempat yang direkomendasikan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
 
TRIBUNJABAR, MAJALENGKA - Permintaan hewan kurban meningkat jelang Hari Raya Idul Adha.

Namun Dinas Kesehatan mengimbau agar masyarakat tetap hati-hati dan teliti saat membeli hewan kurban.

Karena itu, ada baiknya warga membeli hewan di tempat tempat yang sudah direkomendasikan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka.

Jangan sampai hewan yang sakit karena bisa berbahaya bagi kesehatan.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kepala Puskesmas Kadipaten, Edi Kusnadi, Jumat (8/7/2022).

Menurut dia, hewan kurban yang sakit bisa berpotensi mengancam dan mengganggu kesehatan.

“Kalau mengonsumsi hewan yang berpenyakit tentunya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik itu PMK apalagi Antrax. Sebab bisa berpotensi menganggu kesehatan, cermat dan teliti dalam memilih hewan sangat diperlukan,” ujar Edi kepada media, Jumat (8/7/2022).

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan, Agus Susanto agar konsumen bisa berkoordinasi dulu dengan dinas terkait dalam hal ini DKP3 sebelum membeli hewan kurban.

Hal itu untuk mengetahui lebih jelas agar hewan kurban yang dibeli aman dan sehat.

Baca juga: Kepala DKPPP Sebut Rata-rata Hewan Kurban yang Dijual di Kota Cirebon Alami Gejala Ringan PMK

“Konsumen bisa meminta rekomendasi atau bertanya kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan yang membidangi masalah peternakan, agar mendapat informasi yang baik mengenai kondisi hewan dan yang baik dan sehat,” ucap Agus.


Sementara, Kepala Dinas DKP3 Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah memastikan jika hewan kurban yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka saat ini aman.


Baik dari ancaman Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) maupun virus Antrax atau sapi gila.

Secara umum seluruh hewan kurban yang ada di peternakan dan pejagalan, baik itu kambing maupun sapi yang ada di Majalengka dinyatakan sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.

“Alhamdulilah berkat kerja keras tim kesehatan hewan serta lainya yang terus menerus secara maraton melakukan pemeriksaan dan pengawasan kepada semua hewan kurban, hasilnya cukup baik."

"Di mana semua sapi dan kambing saat ini kondisinya sehat, sehingga sudah bisa dijual dan digunakan untuk hewan kurban,” jelas Iman.

Menurutnya, keberhasilan itu sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Jawa Barat termasuk ke Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Cikole Lembang.

Baca juga: Menjelang Iduladha, Ini Pedoman Pelaksanaan Salat Id dan Pemotongan Hewan Kurban di Majalengka

Karena itu, kata dia masyarakat tidak perlu khawatir.

"Jadi kita tetap meminta agar masyarakat tetap berhati-hati, dan jika melihat ada hewan kurban yang sakit bisa langsung melaporkan ke pihaknya atau petugas terdekat, agar bisa segera ditangani dan diantisipasi secepatnya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved