Santri Tasik Terseret Ombak

Tangis Pilu Ibu Nabila Setelah Anaknya Meninggal di Pantai Legokjawa, Tetangga pun Teteskan Air Mata

Nabila adalah satu dari tiga korban meninggal dunia akibat terseret ombak di Pantai Legokjawa. Ia pergi bersama rombongan santri Irema Nurul Huda AS

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Dede berupaya menenangkan Fitri, istrinya. Namun keduanya akhirnya menangis saling berpelukan mengingat anak mereka, Nabila (14), yang menjadi korban meninggal dunia di Pantai di Pantai Legokjawa, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA- Dede Dindin dan Fitri, orang tua Nabila (14), korban tewas tenggelam di Pantai Legokjawa, Kabupaten Pangandaran, tak henti-hentinya menangis.

Nabila merupakan satu dari tiga korban meninggal dunia akibat terseret ombak di Pantai Legokjawa, Kamis (7/7/2022) pagi. Satu korban lainnya masih dalam pencarian Tim SAR.

Awalnya, Nabila bersama rombongan santri Irema Nurul Huda As Sayut berangkat ke pantai Legokjawa pukul 5.30.

Isak tangis Fitri membuat pilu sejumlah tetangga dan kerabat yang terus mendampingi dirinya di rumah duka di Kampung Cibangun Kaler, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

"Kata siapa Bila (panggilan akrab Nabila, Red) meninggal. Bila kan selamat. Nanti juga akan pulang," kata Fitri yang membuat iba tetangga dan kerabat.

Dede pun tampak sangat berduka. Dede yang sehari-hari adalah ASN di kantor Disdukcapil Kota Tasikmalaya terus ditenangkan sejumlah rekan kerjanya yang datang melayat.

Baca juga: Kronologi Detik-detik 3 Santri Tasikmalaya Meninggal di Pantai Pangandaran, Tiba-tiba Ombak Besar

Sementara warga lainnya berkerumun di masjid jami kampung setempat, tak jauh dari lokasi rumah Dede.

Dede yang semula duduk di teras rumah kemudian masuk ke berupaya menenangkan istrinya.

Keduanya malah akhirnya menangis sambil berpelukan hingga membuat suasana tambah mengharukan.

Sejumlah tetangga pun tak kuasa menitikkan air mata. "Bila itu anak yang baik. Tak menyangka secepat ini dipanggil oleh Allah SWT," ujar seorang ibu.

Sebelumnya diberitakan, puluhan remaja Kampung Cibangun yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid (Irema) setempat berwisata ke Pangandaran.

Mereka berangkat Rabu (6/7) sore. Pada Kamis subuh sekitar delapan remaja main ke pantai. Di situlah musibah terjadi, datang ombak besar menggulung mereka.

Empat anak selamat dan tiga lainnya, Nabila (14), Yusi (14) dan Salfa (14) ditemukan sudah tak bernyawa serta seorang lainnya, Sahrul (14), masih dalam pencarian. 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved