Ibadah Haji 2022

INNALILLAHI Jemaah Haji Indonesia Wafat Bertambah Lagi, Suhu di Makkah 44 Derajat, Besok Puncak Haji

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat atau meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji 2022 bertambah.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi
ILUSTRASI - Cuaca panas di Makkah, Arab Saudi. Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat atau meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji 2022 bertambah. 

TRIBUNJABAR.ID, MAKKAH - Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat atau meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji 2022 bertambah.

Hari ini dilaporkan ada dua jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia.

Sebelumnya tercatat ada 22 orang jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia menjelang wukuf.

Total per Kamis 7 Juli 2022, ada 24 orang.

Dua orang jemaah haji Indonesia yang meninggal itu adalah Anisah Komis Purba, perempuan, 64 tahun, Nomor Paspor C67 33 797, kloter MES 02, asal Embarkasi Medan dan Atang Sutardi Idi, laki-laki, 62 tahun, Nomor Paspor C59 11 524, kloter JKS 23, asal Embarkasi Jakarta Saudia.

Baca juga: Dua Hari Jelang Wukuf, Calon Haji Asal Bandung Barat Meninggal, Langsung Dimakamkan di Arab Saudi

“Jemaah wafat bertambah 2 orang. Sehingga sampai hari ini jemaah wafat sebanyak 24 orang,” ujar Wawan Djunaedi, Plh. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia saat Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (7/7/2022), dikutip dari laman kemenag.go.id.

Rompi Khusus Penurun Suhu

Tim medis Kementerian Kesehatan Indonesia yang bertugas melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, menyiapkan rompi kusus.

Rompi tersebut adalah rompi penurun suhu saat siang hari.

Penyediaan rompi penurun suhu ini digunakan saat terjadi darurat, jemaah haji Indonesia mengalami sakit karena tak kuat dengan suhu di Makkah.

Di Makkah saat ini sedang mengalami musim panas dengan suhu kisaran 40 – 44 derajat selsius.

Menteri Agama Cholil Qoumas yang kemarin meninjau tenja jemaah haji di Mina, semapt menjajal rompi penurun suhu panas.

Baca juga: Ridwan Kamil Pastikan Sistem Pelayanan Jemaah Haji Jabar Maksimal, Klinik Kesehatan di Setiap Hotel

Menurutnya, rompi penurun suhu panas ini merupakan inovasi layanan dari tim Kementerian Kesehatan.

“Ini kayak punya AC di dalam baju. Ovel all ok banget,” terang Menag usai meninjau kesiapan tenda dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mina, Rabu (6/7/2022), dikutip dari laman haji.kemenag.go.id.

“Ini menolong bangett di situasi sangat panas. Apalagi kira-kira beberapa tahun ke depan haji masih berlangsung pada musim panas.”

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi set rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada jemaah haji di Armuzna. Rompi ini didesain dengan menggunakan tekno cool karena memiliki daya tahan dingin yang lama, antara 8-12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel. Selain itu, tekno cool juga tidak cepat mencair dan tidak basah.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved