Iduladha 2022

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah Huruf Arab dan Latin Dibaca Malam Ini, Berikut Keutamaannya

Tepat 8 Juli 2022 dilaksanakan puasa Tarwiyah. Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijah, huruf Arab dan latin, lengkap dengan artinya.

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Pixabay
ilsutrasi - membaca niat puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah 

Adapun Imam Ahmad bin Hambal dan ulama lainnya membolehkan meriwayatkan hadis doif dalam fadhilah amal selama tidak diketahui hadis tersebut hahih atau hadis tersebut bukan diriwayatkan oleh perowi pendusta.

Akan tetapi, para ulama kebanyakan mengatakan bahwa tidak boleh menyatakan wajib atau sunnah pada suatu amalan dengan dasar hadis doif. 

Jika ada yang mengatakan bolehnya, maka dia telah menyelisihi ijma’ (kata sepakat para ulama).” (Al Majmu’ Al Fatawa, 1: 250-251)

Dari kesepakatan ijma tersebut, sejumlah ulama demikian ada yang berpandangan hukum puasa Tarwiyah tersebut termasuk ghairu muakad.

Namun bila mengacu pada amalan perbanyak puasa selama tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, maka puasa Tarwiyah termasuk dalam rentang puasa tersebut.

Berpuasa 9 hari Dzulhijjah tersebut merupakan amalan yang disukai Allah SWT.

Baca juga: Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen.).” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Turmudzi).

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved