Iduladha 2022

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah Huruf Arab dan Latin Dibaca Malam Ini, Berikut Keutamaannya

Tepat 8 Juli 2022 dilaksanakan puasa Tarwiyah. Berikut ini bacaan niat puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijah, huruf Arab dan latin, lengkap dengan artinya.

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Pixabay
ilsutrasi - membaca niat puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah 

Dikutip Kata Tarwiyah berasal dari kata dalam Bahasa Arab, tarawwa تَرَوَّى artinya membawa bekal air.

Demikian asal kata Tarwiyah itu diambil karena peristiwa pada saat dulu jemaah haji membawa bekal air guna persiapan Arafah menuju Mina.

Dalam sejarah, pada 8 Dzulhijjah terjadi peristiwa Nabi Ibrahim AS bermimpi menyembelih anaknya.

Dikutip dari konsultasisyariah.com, pada pagi harinya, Nabi Ibrahim AS yarwi (berbicara) dengan dirinya untuk memastikan bahwa mimpi tersebut adalah wahyu dari Allah SWT.

Adapun setelah diimplementasikan dalam bentuk ibadah haji, pada hari kedelapan Dzulhijjah inilah jemaah mengulang kembali praktik ibadah yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW.

Saat itu, Nabi Muhammad tiba di Mina dan melaksanakan ibadah salat zuhur, asar, magrib, isya dan subuh kemudian melanjutkan ke Arafah sebelum matahari terbenam.

Baca juga: Apa Arti Puasa Tarwiyah? Benarkah Dianjurkannya Puasa? Ini Keutamaannya Bisa Hapus Dosa Satu Tahun

Selain, keutamaan dari sisi sejarah, beberapa pendapat menyebut keutamaan puasa Tarwiyah dapat membersihkan dan menghapus dosa yang tahun lalu.

Selain itu, mengerjakan puasa ini juga memiliki keutamaan agar mendapat keberkahan hidup dan amal ibadah yang dilipatgandakan.

Sebagian ulama berpandangan asal usul anjuran puasa Tarwiyah karena hadis tertentu.

مَنْ صَامَ الْعَشْرَ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَوْمُ شَهْرٍ ، وَلَهُ بِصَوْمِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سَنَةٌ ، وَلَهُ بِصَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ سَنَتَانِ

”Siapa yang puasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan untuk puasa pada hari tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari arafah, seperti puasa dua tahun.”

Adapun dalil hadis tersebut berasal dari Ali al-Muhairi dari at-Thibbi, dari Abu Sholeh.

Sebagian besar ulama menegaskan hadis tersebut tidak sahih. Begitu pun dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mangatakan hadis tersebut marfu’ dan tidak bisa jadi dalil.

Ibnu Taimiyah mengatakan hadis marfu atau hadis doif sejatinya bukan hadis sahih dan juga hasan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved