Santri Tasik Terseret Ombak

Anaknya Meninggal Akibat Terseret Ombak Pantai Legokjawa, Satu Orang Tua Santri Pingsan di Puskesmas

Satu orang tua menangis histeris ketika melihat anaknya sudah meninggal dunia di Puskesmas Legokjawa akibat terseret ombak di Pantai Legokjawa

Penulis: Padna | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Padna
Muhamad Firman, santri senior dari Tasikmalaya, sedang ditangani tim medis di Puskesmas Legokjawa, Pangandaran. Ia mengaku tak berenang, melainkan berusaha menyelamatkan para teman-temannya yang tersereng ombak di Pantai Legokjawa, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- Rombongan santri remaja asal Tasikmalaya terseret ombak di Pantai Legokjawa, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022). Keluarga satu korban pun menangis histeris.

Para santri itu terseret ombak di Pantai Legokjawa, tepatnya depan tempat penyimpanan ikan (TPI) Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, sekira pukul 7:30 WIB.

Tiga remaja dinyatakan meninggal dunia, 1 orang belum ditemukan, 1 orang masih dirawat di RSUD Pandega Pangandaran, dan 4 remaja dirawat di Puskesmas Legokjawa.

Dari pantauan Tribunjabar.id pascakejadian, satu orang tua menangis histeris ketika melihat anaknya sudah meninggal dunia di Puskesmas Legokjawa.

Bahkan, orang tua tersebut sempat pingsan dan dibawa ke ruangan yang berada di Puskesmas tersebut.

Baca juga: Tangis Pilu Ibu Nabila Setelah Anaknya Meninggal di Pantai Legokjawa, Tetangga pun Teteskan Air Mata

Satu santri yang hendak menyelamatkan teman-teman, Muhamad Firman (17) menyatakan kejadiannya sekira pukul 7:30.

"Setelah dengar ada yang tenggelam, saya langsung menyelamatkan teman-teman. Saya mah bukan berenang atau korban, tapi mau menyelamatkan teman-teman. Karena ombak besar, mereka ikut terseret ombak," ujar Muhamad saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan Puskesmas Legok Jawa, Kamis (7/7/2022) siang.

Ia mengaku tidak persis tahu jumlah santri yang ikut berenang saat itu.

"Yang ikut berenang itu banyak. Kalau enggak salah, delapan orang," katanya.

"Kata orang-orang tadi, saya itu yang berenang padahal mau menyelamatkan teman-teman saya."

Menurutnya, saat kejadian, ombak di Pantai Legokjawa sangat besar. Bahkan, ucapnya, ada yang memperingatkan meraka untuk tidak berenang.

"Kami, rombongan (santri) dari Tasikmalaya. Di antara para santri itu, saya yang paling tua," ucapnya. 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved