Polisi Gagalkan Penyelundupan 42 TKI Ilegal ke Malaysia dan Singapura Melalui Batu Ampar Kepri

Direktur Ditreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jeffry Siagian, mengatakan kasus penyelundukan TKI Ilegal itu terungkap berawal dari laporan masyarakat

Istimewa
ILUSTRASI- Penggerebek tempat penampungan TKI ilegal di Desa Karangasem, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BATAM– Polisi menggagalkan penyelundupan 42 pekerja migran Indonesia (PMI/TKI) ilegal.

Total TKI ilegal tersebut terdiri dari 24 laki-laki dan 18 perempuan. Mereka akan diselundupkan ke Singapura dan Malaysia.

Setelah menyelamatkan 42 TKI ilegal itu, polisi  menetapkan satu tersangka yang berinisial MK. 

Direktur Ditreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jeffry Siagian, mengatakan kasus penyelundukan TKI Ilegal itu terungkap berawal dari laporan masyarakat.   

Warga curiga pada gerak gerik sejumlah orang yang ditampung di sebuah ruko di kawasan Jodoh, Batu Ampar, Kepri.  

“Dari sana, personil melakukan pengembangan dan berhasil menyelamatkan 42 orang yang akan diselundupkan ke Singapura dan Malaysia untuk dijadikan TKI ilegal,” kata Jeffry Siagian melalui telepon, Rabu (6/7/2022).  

Baca juga: Ridwan Kamil di-PHK saat Istri Hamil Emmeril Kahn: Demi Anak Lahir, Jadi TKI Ilegal di Amerika

Rata-rata para TKI ilegal itu berasal dari Jawa, Sulawesi, serta NTB.  

Untuk proses pengiriman, kata Jeffry, dilakukan dengan dua acara, yakni melalui pelabuhan resmi dan pelabuhan tikus.  

Calon TKI yang memiliki paspor diberangkatkan melalui pelabuhan ferry internasional, sementara yang tak punya paspor dikirim melalui jalur tikus atau jalur ilegal.  

Biaya yang diberangkatkan melalui pelabuhan resmi, per orangnya dikenakan biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.  

TKI yang tidak memiliki paspor diberangkatkan melalui jalur tidak resmi dengan biaya Rp 5 juta per orang.  

“Yang memiliki paspor masuknya juga bukan untuk bekerja, tetapi pelancong atau jalan-jalan, jadi tetap saja ilegal setelah bekerja di Malaysia ataupun Singapura,” kata Jeffry.  

Polisi masih melakukan pengembangan kasus ini karena menduga masih ada jaringan lain yang terkoneksi dengan tersangka.  

“Tersangka MK kami jerat Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman maksimal pidana 10 tahun penjara,” ujar Jeffry. (Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Selamatkan 42 TKI Ilegal yang Akan Diselundupkan ke Singapura dan Malaysia"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved