Duet Anies Baswedan - Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 Terganjal Perang Dingin Surya Paloh-Megawati

Peneliti utama Pusat Data Riset (Pusdari) Gabryel Alexader mengatakan potensi duet Anies-Ganjar ala Surya Paloh tersebut sulit untuk terwujud.

Istimewa
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan 

Gabryel juga mengingatkan bahwa politik identitas akan selalu ada jika dalam kandidasi politik pada 2024 nanti, masing-masing Capres tidak memiliki komitmen yang kuat untuk sama-sama menghindarinya dari kelompok lain dengan memanfaatkan isu-isu politik identitas.

"Cara menghilangkan politik identitas itu bukan menduetkan Ganjar dan Anies, tapi komitmen elite politik untuk berani melawan para penunggang gelap yang mencoba memanfaatkan Pilpres untuk dijadikan kendaraan propaganda politiknya," ujarnya.

Seperti diketahui, Surya Paloh sempat menyinggung jangan sombong dan merasa hebat sendiri yang dinilai ditunjukkan kepada Megawati, sementara itu putri sang proklamator itu juga merespon nya pada saat Rakernas dengan merasa heran karena dirinya dianggap sombong.

"Itu kan Mega langsung meresponnya dengan merasa heran atas sentilan Surya Paloh. Mega mengatakan bahwa partainya tidak pernah menjelekkan parpol atau ketua umum nya itu pernyataan yang cukup jelas merespon perkataan SP,” ungkap Gabryel.

Rekam jejak perseteruan Surya dan Mega tidak hanya itu, Gabryel mengatakan saat pelantikan anggota DPR/MPR periode 2019-2024 tertangkap kamera Mega nampak menyalami semua yang hadir menyambutnya kecuali Surya Paloh.

“Sehingga ini cukup krusial untuk mendekatkan Anies-Ganjar atau Ganjar-Anies, karena pucuk pimpinannya belum menunjukan tanda-tanda akan berkolaborasi,” ulasnya.

Variabel yang cukup sulit untuk mewujudkan itu, lanjut Gabryel, basis konstituen antara Nasdem dan PDIP sama-sama berhaluan nasionalis sehingga tidak bisa merangkul kalangan islam modern.

“Walaupun Anies kini dekat dengan kalangan islam modernis, itu kurang cukup mewakili, kecuali PKS mau ikut join, tapi apakah PDIP akan mau? belum tentu,” ucapnya.

Baca juga: Nasdem Serahkan Tiga Nama Ini ke Ketua Umum, Surya Paloh akan Umumkan 1 Nama Nunggu Hari Baik

Polarisasi yang terjadi saat ini, menurut Gabryel disebabkan bukan karena faktor dua orang tokoh kader terbaik bangsa tersebut tidak dalam satu lingkaran, melainkan ada pihak-pihak tertentu yang akan memanfaatkan pilpres untuk terjadinya perpecahan.

“Momentum pilpres tentunya akan dijadikan momentum oleh penumpang gelap yang akan memberikan label terhadap calon tertentu sebagai calon islam versus calon PKI, anti islam. Kelompok fundamental ini akan terus memanasi hal tersebut, kita berharap pilpres membawa kesejukan dan mendapat pemimpin yang terbaik buat NKRI,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keinginan Duetkan Anies-Ganjar Sulit Terwujud, Salah Satunya Perang Dingin Surya Paloh-Megawati

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved