Dampak Kasus PMK, Penjualan Hewan Kurban di Kota Cirebon Menurun dan Harganya Terpaksa Dinaikkan

Ia mengatakan jumlah tersebut tergolong sedikit karena biasanya mulai H-3 Iduladha penjualan hewan kurban sedang tinggi-tingginya.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Warga memilih sapi untuk hewan kurban di lapak milik Sumarsono di Jalan Kalitanjung, Kota Cirebon, Rabu (6/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak pada penjualan hewan kurban di wilayah Kota Cirebon.

Pedagang hewan kurban di Kota Cirebon, Sumarsono (51), mengatakan tren penjualan hewan kurban pada tahun ini cenderung menurun.

Bahkan, menurut dia, penjualan hewan kurban pada Iduladha 2021 lebih tinggi. Ia pun bisa menjual lebih dari 30-an ekor hewan kurban.

"Tahun ini, sampai H-3 Iduladha saya baru menjual 20 ekor sapi," ujar Sumarsono ketika ditemui di lapaknya yang berada di Jalan Kalitanjung, Kota Cirebon, Rabu (6/7/2022).

Ia mengatakan jumlah tersebut tergolong sedikit karena biasanya mulai H-3 Iduladha penjualan hewan kurban sedang tinggi-tingginya.

Ia mengakui, wabah PMK membuat pendistribusian hewan kurban yang berasal dari luar daerah ke Kota Cirebon terhambat.

Baca juga: Tips Cara Mengolah Daging Kurban dari Wabah PMK dari Ahlinya, Jangan Langsung Dicuci

Hal itu pun berdampak pada harga hewan kurban di pasaran. Sumarno turut menaikkan harga hewan kurban yang dijualnya, baik kambing maupun sapi.

"Saya menjual sapi dari mulai harga Rp 20 juta, kalau tahun lalu Rp 19 juta. Kambing juga sekarang paling murah Rp 2,3 juta," kata Sumarsono.

Ia menyebut pada tahun lalu menjual kambing dari mulai Rp 2 juta, sehingga pada tahun ini harganya dinaikkan Rp 300 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved