Paham Radikalisme Merasuki Ibu-ibu di Garut, Bayar Rp 25 Ribu, Tak Perlu Salat, Garansi Masuk Surga

Kepala Kemenag mengatakan jika paham radikalisme juga sudah memapar sejumlah ibu di Garut.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Ilustrasi wilayah Kabupaten Garut. Kepala Kemenag Garut mengatakan sejumlah ibu-ibu terpapar paham radikalisme yang berbahaya. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah ibu di Kabupaten Garut terpapar paham radikalisme.

Mereka diketahui telah dicuci otak oleh pemimpinnya.

Mereka dicuci otak dengan perintah membayar uang sebesar Rp 25.000 rupiah per bulan sebagai pengganti ibadah wajib seperti salat.

Hal tersebut diketahui oleh Kepala Kemenag Garut, Cece Hidayat saat para penganut paham radikali itu mendeklarasikan diri kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) beberapa waktu yang lalu.

Cece menuturkan dalam kegiatan tersebut ia sempat berkomunikasi dengan para ibu-ibu tersebut tentang alasan mereka tidak mengakui negara Indonesia.

"Dia bilang bahwa memang gurunya mengajarkan bahwa sekarang ini mereka lagi berjuang memperjuangkan negara Islam Indonesia dan karena sekarang masih darurat, ya, kita tidak usah ibadah, tidak usah salat, ibu cukup hanya dengan membayar infaq Rp 25 ribu per bulan," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (5/7/2022).

Uang tersebut dipungut secara rutin setiap bulannya oleh petugas khusus yang akan mendatangi rumah-rumah para pengikut ajaran sesat tersebut.

Iuran yang disebut infak itu juga menurut Cece, sebagai bukti kesetiaan para pengikut mereka karena telah disumpah atau dibaiat oleh pemimpin mereka.

Cece menjelaskan uang bulanan itu juga mereka percayai sebagai penyelamat mereka dari neraka dan bisa masuk surga, karena diberikan kepada pemimpinnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved