Kasus Covid-19 di Bandung Naik Lagi, Dinkes Bilang Begini, Ke Ruang Publik Harus Vaksin Booster

Dinas Kesehatan Kota Bandung terus melakukan pengawasan terkait situasi Covid-19 saat libur sekolah utamanya di objek wisata bersama Disbudpar

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, melakukan pengawasan terkait situasi Covid-19 saat libur sekolah utamanya di objek wisata 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan Kota Bandung terus melakukan pengawasan terkait situasi Covid-19 saat libur sekolah utamanya di objek wisata bersama Disbudpar Kota Bandung untuk senantiasa patuh pada protokol kesehatan.

Kadinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengaku pihaknya sudah tak menyiapkan rapid tes, melainkan melakukan protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Yang ingin berlibur silakan saja. Tapi, tetap jaga protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker.

Baca juga: BIN RI Gelar Vaksinasi 6 Ribu Dosis di Karangtengah, Warga Berharap Kebal dari Varian Baru Covid-19

"Masker harus gunakan utamanya tempat tertutup, seperti kendaraan umum dan ruangan tertutup.

"Kami tak tahu kan di sekitar ini apakah terpapar atau tidak. Jadi, tetap harus menjaga protokol kesehatan dan lengkapi dengan vaksinasi," katanya.

Ketika disinggung terkait kenaikan kasus covid dan tindakan dari Dinkes, Ahyani menyebut memang secara global atau nasional terjadi kenaikan.

Saat ini, Kota Bandung berstatus PPKM level 1 yang artinya aktivitas semakin banyak.

"Intinya silakan beraktivitas tapi tetap protokol kesehatan dilaksanakan.

"Lindungi kita dan keluarga kita dengan vaksinasi sampai pada vaksin booster.

"Jadi itu upaya strategi kami dan untuk hal-hal lain kami tentu memantau secara survilan dengan testing kepada yang suspek dan menyiapkan fasilitas kesehatan bila terjadi kenaikan terus," ujarnya.

"Kasus memang naik. Kami pernah temukan kasus harian di bawah lima bahkan nol.

"Nah, sekarang kami rata-rata ada tambahan kasus 30-50 kasus.

"Tapi, positify rate masih berada di 3 persen alias di bawah standar WHO. Dan BOR masih antara 7-10 persen jauh di bawah standar WHO yang 60 persen," katanya.

Adapun penyebab kasus covid menjadi tinggi, Ahyani mengaku lantaran mobilitas sudah kembali tinggi dari mana-mana dan dari luar negeri pun sudah masuk ke sini.

Selanjutnya, Ahyani juga menyampaikan bahwa ruang publik mesti vaksin booster sesuai kebijakan pemerintah pusat.

"Kami menunggu saja jika diwajibkan tiga kali vaksin ya kami siap. Kami setiap hari juga ada pelayanannya," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved